Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Empathic communication training for cadres in assisting families of stunting toddlers Puput Mariyati; Denis Melati; Nining Tyas Triatmaja
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i7.518

Abstract

Posyandu cadres are the spearhead of real Community Health Center services in helping to address nutritional problems in the community. To support their role, Posyandu cadres must possess adequate communication skills to convey nutrition and health messages in a simple manner. Cadres are required to listen actively, non-judgmentally, respond empathetically, understand emotions, and create a comfortable atmosphere for those receiving nutritional assistance, ensuring optimal intervention. Empathetic communication training is an effort to improve the cadres' abilities to support families of stunted toddlers. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design method, which aims to determine the effect of empathic communication training in improving the knowledge and skills of Posyandu cadres in assisting families with malnutrition. This study involved 20 participants from the village cadres distance Plosoklaten Kediri. Conducting given is empathic communication training that contains material about the process of empathic communication and empathic communication practice roleplay. Understanding of the training material was measured using questionnaires made by researchers who describe the role of cadres, concepts, and processes of empathic communication, as well as scenarios containing cases for practicing empathic communication. Hypothesis testing using a paired samples t-test with p value = 0.001 (p<0.05). There is a significant difference in the level of knowledge between before and after being given empathic communication training for Posyandu cadres.
The Meaning of Success Among Single Career Women Aged 30–40: an Indonesian Indigenous Psychology Perspective Indira Mustika Tandiono; Puput Mariyati
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.966

Abstract

Indonesia is witnessing a growing number of single, career-oriented women aged 30–40, particularly in urban areas. They continue to face social pressure rooted in collectivistic and patriarchal values equating women's success with marriage and motherhood. This study aims to explore how single career women construct and interpret the meaning of success from an indigenous Indonesian psychology perspective. A qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was employed with three purposively selected participants representing variation in ethnicity, religion, and career field. Data was gathered through in-depth interviews and daily reflective diaries. Findings reveal that the meaning of success shifted from a material and achievement-oriented definition toward a process-based orientation centered on small, daily, gratitude-laden experiences, inner peace, and consistency in upholding spiritual values rooted in local wisdom and religiosity. These findings affirm the relevance of an indigenous psychology approach in understanding success as inseparable from religiosity, family values, social relations, and local cultural wisdom, contributing to culturally sensitive psychological practice and challenging the stigma attached to unmarried career women in Indonesia.
Penguatan Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Relawan Bencana melalui Pelatihan Dukungan Psikologis Awal di Desa Blimbing, Mojo, Kediri Ika Rahmawati; Puput Mariyati; Paramita Ratna
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.836

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan bencana yang tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, termasuk pada relawan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis relawan melalui pelatihan resiliensi bencana dan Dukungan Psikologis Awal (Psychological First Aid). Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan melibatkan 10 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggunakan desain one-group pretest–posttest. Resiliensi diukur menggunakan Resilience Scale (RS-14), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan skala Psychological Well-Being (18 item). Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat resiliensi relawan setelah pelatihan, yang ditandai dengan hilangnya kategori sangat rendah dan meningkatnya kategori sangat tinggi. Kesejahteraan psikologis relawan juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh penurunan kategori rendah dan munculnya kategori tinggi pada pengukuran pascapelatihan. Meskipun kegiatan ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan dan tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan psikososial berpotensi memperkuat kapasitas relawan serta mendukung penguatan peran KSB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Penguatan Resiliensi dan Kesejahteraan Psikologis Relawan Bencana melalui Pelatihan Dukungan Psikologis Awal di Desa Blimbing, Mojo, Kediri Ika Rahmawati; Puput Mariyati; Paramita Ratna
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.836

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan bencana yang tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, termasuk pada relawan bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis relawan melalui pelatihan resiliensi bencana dan Dukungan Psikologis Awal (Psychological First Aid). Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan melibatkan 10 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, menggunakan desain one-group pretest–posttest. Resiliensi diukur menggunakan Resilience Scale (RS-14), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur menggunakan skala Psychological Well-Being (18 item). Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat resiliensi relawan setelah pelatihan, yang ditandai dengan hilangnya kategori sangat rendah dan meningkatnya kategori sangat tinggi. Kesejahteraan psikologis relawan juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh penurunan kategori rendah dan munculnya kategori tinggi pada pengukuran pascapelatihan. Meskipun kegiatan ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan dan tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pelatihan psikososial berpotensi memperkuat kapasitas relawan serta mendukung penguatan peran KSB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.