Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Variasi Spring dan Massa Roller Continuous Variable Transmission terhadap Peforma pada Honda Beat 110 CC Yosep Zuliyanto; Jojo Sumarjo; Rizal Hanifi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.984

Abstract

Perkembangan teknologi kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor bertransmisi otomatis (matic), terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat. Sistem transmisi otomatis tipe CVT (Continuous Variable Transmission) menjadi pilihan utama karena kemudahan dalam pengoperasiannya. Namun demikian, performa motor matic masih memiliki keterbatasan terutama dalam hal power speed. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi pegas (spring) dan massa roller terhadap performa sepeda motor Honda Beat 110 cc, guna memperoleh kombinasi terbaik dalam menghasilkan daya dan torsi maksimum. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat uji dynotest. Variasi yang digunakan meliputi roller 9 gram, 12 gram, dan 13 gram serta pegas dengan variasi 1000 RPM, 1500 RPM, dan 2000 RPM. Data yang diperoleh berupa daya (horsepower) dan torsi (Nm) dari hasil pengujian setiap kombinasi variasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi pegas 1000 RPM dengan roller 12 gram menghasilkan daya maksimum sebesar 11,87 HP atau meningkat 4,12% dibandingkan dengan kombinasi standar. Sementara itu, torsi tertinggi diperoleh pada kombinasi pegas 2000 RPM dengan roller 12 gram, yaitu sebesar 12,81 Nm. Meskipun kombinasi tersebut memiliki torsi tinggi, daya rata-ratanya lebih rendah 0,88% dibandingkan dengan standar. Secara keseluruhan, kombinasi pegas dan roller standar dengan roller 12 gram menunjukkan performa yang lebih stabil dan konsisten baik dalam hal daya maupun torsi rata-rata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi komponen CVT memengaruhi performa kendaraan, namun variasi ekstrem belum tentu menghasilkan kinerja optimal secara keseluruhan.
Performa Pengeringan Terubuk pada PVT Solar Dryer Menggunakan Panel Surya Monofacial dengan Absorber sebagai Sumber Energi Achmad Azis Rahmanto; Jojo Sumarjo; Ujiburrahman Ujiburrahman
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.1106

Abstract

Penelitian ini mengkaji performa sistem pengeringan berbasis Photovoltaic Thermal (PVT) Dryer yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengeringkan tanaman terubuk (Saccharum edule). Sistem ini memanfaatkan panel surya monofacial sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan panas dan listrik secara simultan, serta dilengkapi sensor untuk memantau suhu dan kelembapan secara real-time. Pengujian dilakukan selama tiga hari, dan parameter yang diamati meliputi massa air yang diuapkan, efisiensi energi, serta waktu pengeringan. Hasil menunjukkan bahwa massa air yang diuapkan mencapai 0,349–0,370 kg per 1 kg bahan basah dengan efisiensi energi pengeringan tertinggi sebesar 32,78%. Efisiensi termal kolektor mencapai 90,74%, sementara nilai Specific Moisture Extraction Rate (SMER) tertinggi tercatat 0,488 kg/kWh dan Specific Energy Consumption (SEC) terendah sebesar 7,38 MJ/kg. Sistem PVT juga terbukti mampu menghemat waktu pengeringan hingga 50% dibanding metode terbuka. Dengan hasil tersebut, sistem PVT Dryer berbasis IoT terbukti efisien dan berpotensi menjadi solusi pengeringan alternatif yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk komoditas pertanian tropis.