p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Natural
Bustanul Atfal
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Bima Internasional MFH

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Obesitas Remaja di Wilayah Perkotaan: Analisis Data Surveilans Kesehatan Kota Mataram Tahun 2025 Ariyani Ayu Maulana; Aisyah Ari Sukma; Januar Djulkarnain Lamanda; Gede Murah Agung; Atika Mawaddah; Wanda Ayu Cyndyani; Murniati Safitri; Nurwahdania Nurwahdania; Tizar Yofa; Bustanul Atfal; Nurul Khatimah Ismatullah
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.968

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan, dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi obesitas remaja serta mengidentifikasi faktor risiko potensial di Kota Mataram menggunakan pendekatan biostatistik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Mataram tahun 2025. Data diperoleh dari laporan surveilans gizi remaja dan disajikan berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, serta periode waktu. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif untuk menggambarkan distribusi kasus obesitas remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus obesitas remaja paling banyak ditemukan pada kelompok usia 10–14 tahun baik pada remaja laki-laki maupun perempuan, terutama pada triwulan I–III tahun 2025. Pada kelompok usia 15–18 tahun, jumlah kasus relatif lebih rendah, namun terjadi peningkatan pada triwulan IV, khususnya pada remaja perempuan. Berdasarkan hasil deskriptif dan kajian pustaka, obesitas remaja di Kota Mataram paling mungkin dipengaruhi oleh rendahnya aktivitas fisik, durasi screen time yang berlebihan, serta pola makan tidak sehat yang ditandai dengan konsumsi makanan tinggi kalori dan fast food. Kesimpulannya, obesitas remaja di Kota Mataram lebih banyak terjadi pada usia remaja awal dan berkaitan erat dengan faktor gaya hidup perkotaan. Hasil ini dapat menjadi dasar awal dalam perencanaan upaya pencegahan obesitas remaja.
Hubungan Kualitas Udara dengan Kejadian ISPA pada Dewasa: Analisis Kluster Epidemiologi dan Uji Korelasi Biostatistik Haliza Najwa; Jenita Lende; M. Akbar; Marlina T; Sakira Safa; Vivi Vivi; Astri S; Bustanul Atfal; Nurul Hadiatun
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas udara (SPM) dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada kelompok usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Dasan Tapen, NTB. ISPA merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada dewasa di Indonesia, sehingga kajian mengenai faktor risikonya, termasuk paparan polutan udara, sangat diperlukan. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik, penelitian ini memanfaatkan data kualitas udara (Suspended Particulate Matter/SPM) dari Stasiun Klimatologi NTB dan data kejadian ISPA dewasa periode tahun 2024–2025. Analisis kluster epidemiologi diterapkan untuk mengidentifikasi pola spasial dan temporal pengelompokan kasus. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif antara kualitas udara dengan kejadian ISPA pada dewasa (r_s = 0,62; p < 0,05), mengindikasikan hubungan yang kuat. Analisis kluster memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan adanya pengelompokan kasus pada wilayah yang memiliki konsentrasi SPM secara konsisten di atas ambang batas, terutama pada musim kemarau. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara buruknya kualitas udara dan peningkatan kasus ISPA pada populasi dewasa. Analisis kluster mengonfirmasi bahwa wilayah dengan paparan polusi partikulat tinggi membentuk kluster risiko tinggi, sehingga polusi partikulat merupakan faktor risiko penting yang memerlukan intervensi pencegahan berkelanjutan berbasis wilayah prioritas.