Aidil Akbar Bagaskara
Universitas Al-Azhar Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Quenching terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik, dan Keuletan Baja AISI 1045 Arya Syahputra Sudarmanto; Aidil Akbar Bagaskara
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2025): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v10i2.10029

Abstract

Abstrak : Penelitian ini secara sistematis berkonsentrasi pada pengaruh temperatur pencelupan yang berbeda terhadap sifat mekanik baja AISI 1045 yang memiliki peran penting dalam bidang teknik mesin. Temuan ini penting untuk pengembangan komponen teknik seperti poros dan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur quenching terhadap kekerasan, kekuatan tarik, dan keuletan baja AISI 1045 secara eksperimental.Perlakuan panas dijalankan melalui sampel hingga temperatur austenisasi 850°C dengan durasi penahanan selama 30 menit, diikuti dengan flash dipping (pendinginan cepat) menggunakan media air pada variasi temperatur 5°C, 15°C, 25°C, dan 35°C.Setiap perlakuan dilaksanakan sebanyak lima kali ulangan dan analisis statistik diberikan untuk mendapatkan data yang representative.Pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop cahaya serial dilakukan termasuk evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara penurunan temperatur cairan pendingin dengan peningkatan kekerasan dan kekuatan tarik. Namun, terdapat korelasi yang berlawanan dengan daya tahan material. Tingkat kekerasan tertinggi, 58 HRC, dan kekuatan tarik terkuat, 1250 MPa, diperoleh untuk sampel yang didinginkan pada suhu 5°C. Pengamatan mikrostruktur menunjukkan pembentukan martensit yang lebih dominan pada suhu pencelupan yang lebih dingin. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang korelasi dengan transformasi karakteristik mekanik dan mikroarsitektur baja AISI 1045.
Analisis Spasial Kenaikan Cooling Degree Days dan Estimasi Beban Energi Pendingin Ruang Kelas di Kota Medan Berbasis Data Nasa Power dan Statistik Pendidikan BPS Aidil Akbar Bagaskara
Nozel : Jurnal Pendididikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2027)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/nozel.v1i1.123350

Abstract

Urban climate change and rapid urbanization in Medan City have the potential to increase the demand for space-cooling energy, including in primary education facilities. This study examines indications of increasing Cooling Degree Days (CDD) in Medan City based on the NASA POWER satellite meteorological data framework and estimates exposure to cooling-energy loads in elementary school classrooms across 21 districts using official data from the Center for Data and Information Technology (Pusdatin) of the Ministry of Primary and Secondary Education and the Central Statistics Agency (BPS) of Medan City. The approach used is descriptive-quantitative with a hazard-exposure framework, considering that the spatial resolution of NASA POWER data, approximately 0.5° × 0.625° or equivalent to 55–60 km, is coarser than the administrative area of Medan City, which covers 265.10 km². As a result, the spatial variation of CDD is relatively homogeneous at the city level, while exposure variation, represented by the number and density of classrooms, differs significantly among districts. The results show that Medan Marelan District, with 28 elementary schools and an estimated 168 classrooms; Medan Denai, with 24 elementary schools and 144 classrooms; as well as Medan Belawan, Medan Deli, and Medan Labuhan, each with 21 elementary schools and 126 classrooms, have the highest exposure to cooling-energy loads if the citywide CDD trend continues to increase. In contrast, Medan Polonia, with 4 elementary schools, and Medan Baru and Medan Barat, each with 5 elementary schools, have the lowest exposure. This study recommends the integration of higher-resolution data, such as BMKG station data or finer-resolution satellite imagery, in future research, as well as prioritizing cooling-energy efficiency interventions in districts with the highest classroom density.