Heri Hermanto
Universitas Sains Al-Qur'an

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP ISLAM ARSITEKTUR PINTU PENDEK DI MASJID WALI HADIWARNA KUDUS DAN MASJID AGUNG CIPTARASA CIREBON Heri Hermanto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10714

Abstract

Masjid Wali Hadiwarna  yang dibangun tahun 458 M merupakan salah satu peninggalan masjid Jawa kuno yang ada di Kota Kudus. Selain umurnya lebih tua dari Masjid Menara Kudus (459 M), di dalam masjid terdapat gapura yang bentuknya menyerupai candi bentar atau gapura Padureksan  pada arsitektur Hindu. Komponen arsitektur lainnya yang menarik adalah ukuran pintu masuk yang pendek dan kecil pada gapura Padureksan, sehingga hanya cukup untuk satu orang yang masuk dan harus menunduk. Konsep pintu pendek masjid ternyata tidak hanya ditemukan di Kudus tetapi ditemukan juga di beberapa masjid di Cirebon antara lain masjid Agung Sang Ciptarasa. Yang menjadi pertanyaan adalah, konsep apakah yang mendasari terbentuknya arsitektur pintu pendek pada Masjid Wali Hadiwarna dan Masjid Agung Sang Ciptarasa mengingat konsep tersebut tidak terdapat pada Arsitektur candi Hindu ataupun Budha. Maka tujuan dari penelitian ini adalah; 1) Mengidentifikasi penggunaan konsep arsitektur pintu pendek pada arsitektur Islam khusunya masjid Jawa, 2) Menemukan konsep yang dipakai pada arsitektur pintu pendek masjid Wali Hadiwarna kudus dan Masjid Agung Sang Ciptarasa Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan cara  observasi, perekaman data, dan menggali dari sumber primer historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep Arsitektur pintu pendek masjid berasal dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 58. Penemuan tersebut sangat penting dan mengindikasikan bahwa para wali penyebar agama Islam di Jawa di dalam membangun arsitekturnya memang mengakomodasi nilai-nilai lokal tetapi juga memegang teguh prinsip prinsip Islam yang bersumber dari Al Qur’an.