Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kolaborasi Teater Tari Sebagai Media Diplomasi Budaya Indonesia dan Malaysia Dinny Devitriana; Deden Haerudin; Norzizi Zulkafli; Ryan Arthur; Siti Fatmasari; Fikri Nurcahya; Hasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teater tari merupakan perkembangan dari seni tradisi yang menjadi perhatian akademisi untuk dianalisis, digali, bahkan dielaborasi dengan seni lainnya, sehingga menjadi satu kemasan pertunjukan yang disebut sebagai seni kontemporer. Kesamaan budaya Indonesia dengan Malaysia dalam teater tari tradisional sudah dikenal di masing-masing negara, bahkan sering menjadi bahan kajian. Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, UNJ mengajak berkolaborasi karya yang akan dipentaskan masyarakat Malaysia dalam hal ini mahasiswa UiTM. Proses dari kolaborasi ini akan menjadi media diplomasi budaya untuk bersama-sama saling mengenalkan, memahami, dan mempelajari nilai-nilai budaya di kedua negara. Kegiatan akan dilakukan dalam bentuk workshop yang dilakukan secara daring dan luring. Dimulai dari perencanaan melalui brainstorming dan penggalian ide melalui identifikasi keunikan teater tari MakYong dan Lenong, 2) penyusunan naskah dramatik teater tari yang akan dikolaborasikan, 3) Latihan bersama, evaluasi atau forming, 4) Pementasan. Metode eksplorasi, improvisasi, dan forming dilakukan untuk mendapatkan karya teater tari, dengan responden sebagai penari mahasiwa dari UiTM. Hasil dari karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan ajar diantara kedua negara di masing-masing prodi, serta dapat mengembangkan kerja sama di bidang lainnya antar dua negara. Keterukuran dari keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui testimoni ke dalam bentuk kuesioner kepada mitra, dengan indikator berupa kepuasan, kekurangan, saran, dan tindak lanjut. Abstract Dance theater is a development of traditional arts that has attracted the attention of academics to be analyzed, explored, and even elaborated with other art forms, resulting in a performance package referred to as contemporary art. The cultural similarities between Indonesia and Malaysia in traditional dance theater are already well known in each country and are often the subject of academic study. In this Community Service activity, UNJ invited collaboration with works to be performed by the Malaysian community, in this case, students of UiTM. The process of this collaboration will serve as a medium of cultural diplomacy to introduce, understand, and learn the cultural values of both countries. The activity will be carried out in the form of workshops, both online and offline. It begins with planning through brainstorming and idea exploration by identifying the uniqueness of MakYong and Lenong dance theater; 2) preparation of a dramatic script for the collaborative performance; 3) joint rehearsals, evaluation or forming; and 4) staging. Exploration, improvisation, and forming methods were used to produce the dance theater work, with students from UiTM serving as the performers. The results of this work are expected to become teaching material in both countries’ respective study programs and foster further cooperation in other fields between the two nations. The success of this activity is measured through partner testimonials in the form of questionnaires, with indicators including satisfaction, shortcomings, suggestions, and follow-up actions.
ANALISIS MODEL RASCH INSTRUMEN TES PEMAHAMAN PESERTA PENDIDIKAN PELATIHAN DASAR CPNS PETUGAS PEMASYARAKATAN PADA MATERI AGENDA DUA NILAI – NILAI DASAR BERAKHLAK Rini Setiawati; Ryan Arthur; Muh Khamdan
Jurnal Visipena Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v15i2.2989

Abstract

Petugas pemasyarakatan bertanggungjawab dalam mengawasi, dan membina warga binaan pemasyarakatan wajib menginternalisasi nilai – nilai dasar BerAKHLAK. Internasilasi core values ini dimulai dengan memahami apa itu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, adaptif dan kolaboratif. Sehingga akan mempengaruhi sikap kerja yang positif. Penelitian ini dimaksudkan dalam rangka menelaah karakteristik pada instrumen pemahaman peserta pelatihan dan pendidikan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Petugas Pemasyarakatan pada materi agenda dua nilai – nilai dasar BerAKHLAK dengan Rasch Rasch. Penelitian dilakukan di BPSDM Kementerian Hukum tahun anggaran 2024 pada gelombang 3, jumlah sampel sebanyak 113 peserta. Jumlah pertanyaan terdiri dari 14 butir soal yang berkaitan dengan materi agenda dua nilai-nilai dasar berakhlak. Seleksi butir bertujuan untuk memperoleh butir fit menggunakan program Winstep V.3.73. Didapat 14 butir cocok dengan model Rash, dimana nilai Outfir MNSQ didapat 1,00 dan nilai ZSTD adalah 0,1 nilai Point Measure Correlation diantara -2,0 sampai dengan + 1,5. ; dengan nilai Person measure sebesar 1,36 logit dan besaran Item Reliability sebesar 0,88 dan Alpha Cronbach adalah 0,71. Penelitian ini menemukan kemampuan rata – rata peserta diklat di atas tingkat kesukaran tes. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen dapat digunakan untuk mengukur pemahaman peserta diklat Latsar CPNS pada petugas pemasyarakatan.AbstractCorrectional officers are responsible for supervising and fostering correctional inmates who are obliged to internalize the basic values of Morality. The internasilization of core values begins with understanding what it means to be service-oriented, accountable, competent, harmonious, adaptive and collaborative. So that it will affect a positive work attitude. This study aims to analyze the characteristics of the comprehension test instrument for training participants and education of prospective civil servants (CPNS) for correctional officers on the agenda material of two basic values of AKHLAK with the Rasch model approach. The research was conducted at the BPSDM of the Ministry of Law for the 2024 fiscal year in wave 3, with a sample of 113 participants. The instrument consists of 14 questions related to the agenda material of the two basic moral values. Selection of test items to get a fit item using the Winstep V.3.73 program. The results of this study are 14 questions in accordance with the Rash model, with an MNSQ Outer Value of 1.00 and a ZSTD value of 0.1, a Point Measure Correlation value between -2.0 to + 1.5.; with a Person measure value of 1.36 logit and an Item Reliability value of 0.88 and Alpha Cronbach by 0.71. This study found that the average ability of training participants was above the level of difficulty of the test. The results of this study conclude that the instrument can be used to measure the understanding of CPNS Latsar training participants in correctional officers.