Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu sumber utama Pendapatan AsliDaerah, dan sangat membantu dalam membiayai pembangunan wilayah. Namun, adakemungkinan bahwa pencapaian target penerimaan pajak akan terhambat karena tingkatkepatuhan wajib pajak PBB masih rendah di beberapa wilayah, termasuk Desa MajalayaKabupaten Bandung. Dengan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai landasan teoritis,penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesadaran wajib pajak dan pengetahuanperpajakan berdampak pada kepatuhan wajib pajak pajak bumi dan bangunan. Studi inimemanfaatkan pendekatan kuantitatif yang menggunakan teknik deskriptif dan verifikatif.Data utama diperoleh melalui metode acak sederhana dengan menyebarkan kuesionerkepada seratus wajib pajak PBB yang dipilih. Analisis data dilakukan menggunakan regresilinier berganda menggunakan IBM SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwakesadaran wajib pajak secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, pengetahuantentang pajak juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak,dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara bersamaan, kesadaran dan pengetahuantentang pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Pajak Bumi danBangunan (PB Hasilnya menunjukkan bahwa Theory of Planned Behavior sangatdibutuhkan untuk menjelaskan perilaku kepatuhan perpajakan. Ini juga memiliki implikasipraktis bagi pemerintah daerah ketika mereka membuat strategi edukasi dan sosialisasiperpajakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak PBB. Kata Kunci: kesadaran wajib pajak, pengetahuan perpajakan, kepatuhan wajib pajak,Pajak Bumi dan Bangunan, Theory of Planned Behavior.