Abstract. Human development is a central objective of development that extends beyond economic growth toward improving the overall quality of life. This study aims to examine the effects of poverty, real Gross Regional Domestic Product (GRDP), education infrastructure, and health infrastructure on the Human Development Index (HDI) in 62 underdeveloped regions in Indonesia during the period 2020–2023. The analysis employs panel data regression using a fixed effects model. The results indicate that poverty has a negative and significant effect on HDI, while real GRDP and health infrastructure have positive and significant effects. In contrast, education infrastructure, measured by the percentage of villages with junior secondary schools, does not show a significant effect on HDI. These findings suggest that improvements in HDI in underdeveloped regions are more strongly influenced by factors related to basic needs fulfillment and socio-economic conditions than by the quantitative availability of education infrastructure. Therefore, development policies in underdeveloped regions should prioritize poverty reduction, expansion of access to health services, and equitable distribution of economic growth to achieve sustainable improvements in human development. Abstrak. Pembangunan manusia merupakan tujuan utama pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil, infrastruktur pendidikan, dan infrastruktur kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 62 daerah tertinggal di Indonesia selama periode 2020–2023. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan efek tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, sementara PDRB riil dan infrastruktur kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Sebaliknya, infrastruktur pendidikan yang diukur melalui persentase desa yang memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan IPM di daerah tertinggal lebih dipengaruhi oleh faktor pemenuhan kebutuhan dasar dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dibandingkan dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan secara kuantitatif. Oleh karena itu, pembangunan di daerah tertinggal memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan penekanan pada pengurangan kemiskinan, peningkatan akses layanan kesehatan, serta pemerataan hasil pembangunan ekonomi guna mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia secara berkelanjutan.