Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menanamkan Nilai Berbagi dan Kepedulian Sosial Anak Usia Dini Lewat Episode Ragam Ramadhan Norma Baharu Kartun Upin Ipin Shafira Noor Asahy; Fitri Febri Handayani; Naili Rohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i2.32760

Abstract

Film animasi merupakan salah satu media yang sering diakses oleh anak usia dini dan memiliki potensi untuk mendukung perkembangan moral serta keagamaan. Serial animasi Upin & Ipin, khususnya episode "Ragam Ramadhan Norma Baharu", menyajikan berbagai nilai positif terkait sikap berbagi dan kepedulian sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai berbagi dan kepedulian sosial yang terkandung dalam episode tersebut serta mengkaji relevansinya terhadap perkembangan moral dan keagamaan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data primer diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, dan perilaku karakter dalam episode terpilih, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan perkembangan moral dan keagamaan pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa episode tersebut memuat beberapa nilai positif, antara lain sikap berbagi, kepedulian sosial, semangat membantu sesama, tanggung jawab, kebersamaan, dan nilai-nilai religius. Nilai berbagi dan kepedulian sosial muncul sebagai nilai yang paling dominan di sepanjang episode. Temuan ini mengindikasikan bahwa animasi edukatif dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada anak-anak melalui penyampaian cerita yang menarik dan dekat dengan keseharian mereka. Oleh karena itu, episode Upin & Ipin "Ragam Ramadhan Norma Baharu" dapat dimanfaatkan oleh orang tua dan guru sebagai media pembelajaran pelengkap untuk menumbuhkan perilaku sosial yang positif serta mendukung perkembangan moral dan keagamaan anak.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Animasi Nussa dan Rara Sebagai Media Pembelajaran Anak Tari Dwi Wulandari; Fitri Febri Handayani; Naili Rohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i2.32761

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini. Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan media audiovisual oleh anak sehingga diperlukan media pembelajaran yang tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga mampu mendukung penanaman nilai-nilai karakter. Salah satu media yang banyak digunakan adalah film animasi Nussa dan Rara yang menyajikan berbagai pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film animasi Nussa dan Rara serta mengidentifikasi bentuk penyampaiannya sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis isi. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap episode-episode terpilih yang didukung oleh berbagai literatur relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Nussa dan Rara memuat nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, peduli sosial, kerja keras, serta hormat dan santun, dengan nilai religius sebagai nilai yang paling dominan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa film animasi Nussa dan Rara berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mendukung penguatan pendidikan karakter pada anak usia dini. Nussa dan Rara memiliki potensi besar sebagai media pendidikan yang mendukung penanaman dan penguatan nilai-nilai karakter pada anak usia dini. Integrasi pesan-pesan moral positif dalam alur cerita dapat membantu anak memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Analisis Nilai Moral dan Agama dalam Film Animasi Upin & Ipin Episode “Mulanya Ramadan” terhadap Perkembangan Anak Usia Dini Indi Azkiya; Fitri Febri Handayani; Naili Rohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i3.32762

Abstract

Film animasi merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai moral dan agama pada anak usia dini karena mampu menyampaikan pesan edukatif melalui cerita dan karakter yang menarik. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji peran film animasi dalam pendidikan karakter, kajian yang secara khusus menganalisis satu episode secara mendalam serta mengaitkan temuannya dengan perkembangan moral anak usia dini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moral dan agama yang terkandung dalam film animasi Upin & Ipin episode “Mulanya Ramadan” serta mengkaji relevansinya sebagai media pendidikan karakter bagi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis dokumen audiovisual melalui pengumpulan, penelaahan, dan sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai pendidikan moral, nilai agama, pendidikan anak usia dini, dan media animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa episode tersebut memuat nilai ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, rasa syukur, disiplin, tolong-menolong, serta saling memaafkan yang sesuai dengan tahapan perkembangan moral anak usia dini dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pendampingan orang tua maupun guru. Kebaruan penelitian terletak pada analisis mendalam terhadap satu episode menggunakan pendekatan SLR yang dipadukan dengan analisis dokumen audiovisual. Temuan ini mengimplikasikan bahwa film animasi Upin & Ipin berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembentukan karakter serta pengembangan nilai moral dan agama pada anak usia dini.
Penggunaan Gadget dalam Perkembangan Moral dan Agama Salsa Marthalia Rahman; Fitri Febri Handayani; Naili Rohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i3.32763

Abstract

Meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak usia dini telah menjadi perhatian penting karena potensi pengaruhnya terhadap berbagai aspek perkembangan, termasuk nilai-nilai moral dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan moral dan agama anak usia dini serta mengkaji peran orang tua dalam membimbing penggunaan gawai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur kualitatif dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan. Sebanyak 25 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2026 ditelusuri melalui basis data Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan sumber ilmiah relevan lainnya. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria kesesuaian tema, relevansi dengan tujuan penelitian, serta ketersediaan teks lengkap, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik (sintesis naratif). Temuan menunjukkan bahwa penggunaan gawai yang tepat dapat mendukung pengalaman belajar anak. Penelitian ini juga menyoroti peran penting orang tua. Kontribusi penelitian ini terletak pada sintesis literatur yang secara khusus mengaitkan penggunaan gawai dengan perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini dalam konteks budaya dan keagamaan di Indonesia, sekaligus menempatkan pendampingan orang tua sebagai faktor pemoderasi yang menentukan arah dampak tersebut. Sebagai kesimpulan, penggunaan gawai dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak jika disertai dengan pengawasan orang tua yang efektif, sedangkan penggunaan yang tidak terkendali dapat menghambat perkembangan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini.