Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Imam Al-Nawawi (631-676 H) dalam Tafsir Al-Qur’an: Analisis Kitab Al-Tafsīr dalam Al-Minhāj Fī Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim Ibn Al-Ḥajjāj Muhammad Sururi Alfajri Wannahar Siregar; Ahmad Zuhri; Munandar Munandar
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penalaran Imam Nawawi dalam menafsirkan Al-Qur’an serta menganalisis kontribusinya sebagai muhaddis dalam tradisi penafsiran Al-Qur’an. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena kontemporer, di mana penafsiran Al-Qur’an kerap dilakukan secara bebas tanpa memperhatikan otoritas riwayat serta tradisi keilmuan klasik. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi untuk kembali pada metodologi para ulama terdahulu, khususnya melalui integrasi antara asbāb al-nuzūl dan asbāb al-wurūd, agar pemahaman terhadap Al-Qur’an tetap berada dalam koridor ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir berbasis riwayat (tafsīr bi al-ma’ṡūr) dan pendekatan syarḥ hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penalaran Imam Nawawi dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an melalui hadis memiliki empat karakteristik utama, yaitu: (1) analisis linguistik teks, (2) deskripsi matan hadis, (3) kritik komparatif terhadap matan hadis dalam perbandingan hukum, dan (4) sikap para muhaddis terhadap perbedaan pendapat yang dinilai sahih. Selain itu, kontribusi pemikiran Imam Nawawi dalam tradisi tafsir berbasis hadis menunjukkan corak integratif antara Al-Jam‘ bayna Al-ma’tsūr wa al-ra’, yang memperkaya khazanah metodologi tafsir klasik.
The Quran from Abraham Geiger’s Perspective: Between the Historicity of Revelation and Theological Transformation Muhammad Sururi Alfajri Wannahar Siregar; Dame Siregar
El-Rusyd Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v11i1.690

Abstract

Abraham Geiger’s views on the Quran are often situated within the field of Orientalism, which emphasizes historical and comparative approaches. Geiger viewed the Quran as a text that emerged through interaction with earlier traditions, particularly Judaism, such that revelation is understood as part of a historical process. This study aims to critically examine Geiger’s views, particularly the concept of “creative appropriation” and the analysis of intertextuality between the Quran and Jewish literature. The method employed is qualitative research based on a literature review using a historical-philological and comparative approach. The findings indicate that Geiger identified narrative similarities between the Quran and Jewish traditions such as the Midrash and the Talmud; however, he also acknowledged theological transformations in the Quran within the context of 7th-century Arabia. Consequently, Geiger positioned Islam as a reformist continuation of the Semitic tradition, but tended to reduce revelation to a historical construct. Therefore, although his thought contributes to modern Quranic studies, a critical stance is necessary to preserve the theological integrity of the Quran.