Pengembangan sapi pedaging di Kabupaten Bima memiliki prospek strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ekonomi wilayah. Namun, keberlanjutan pengembangan komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya ekologi dalam menyediakan pakan, lahan, air, dan lingkungan yang mendukung produktivitas ternak secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlanjutan sumber daya ekologi sebagai faktor pendukung pengembangan sapi pedaging di Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder terkait populasi ternak, luas dan pemanfaatan lahan, potensi hijauan pakan, serta limbah hasil pertanian. Analisis dilakukan melalui identifikasi potensi sumber daya pakan dan daya dukung wilayah untuk mengetahui kapasitas ekologis dalam menopang pengembangan populasi sapi pedaging. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Bima memiliki potensi sumber daya ekologi yang cukup besar untuk mendukung pengembangan sapi pedaging, terutama melalui ketersediaan hijauan alami dari lahan sawah dan kawasan pegunungan serta pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan. Ketersediaan bahan kering pakan menunjukkan kapasitas wilayah yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan populasi ternak yang ada saat ini. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peluang peningkatan populasi sapi pedaging dengan tetap memperhatikan tingkat pemanfaatan sumber daya secara optimal. Keberlanjutan ekologis perlu diarahkan melalui pengelolaan pakan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan limbah pertanian, konservasi lahan, pengelolaan air, dan penguatan teknologi pakan. Strategi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan populasi ternak dan kapasitas daya dukung lingkungan.