Adiba Maulidiyah
Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Sistem Pendidikan Formal dan Pesantren di Indonesia dan Malaysia dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Siti Kurniawati Ningsih; Kamaliatun Nafisah; Adiba Maulidiyah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik merupakan salah satu tujuan utama pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Pendidikan formal dan pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai religius, moral, sosial, dan kebangsaan, meskipun keduanya memiliki karakteristik, kebijakan, serta sistem penyelenggaraan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pendidikan formal di Indonesia dan Malaysia dalam pembentukan karakter peserta didik, mendeskripsikan sistem pendidikan pesantren di kedua negara, serta menganalisis persamaan dan perbedaan keduanya dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan pendekatan komparatif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan formal di Indonesia menekankan integrasi nilai-nilai Pancasila, pendidikan agama, dan budaya sekolah, sedangkan Malaysia mengembangkan pendidikan karakter melalui kurikulum nasional yang berorientasi pada identitas kebangsaan, multikulturalisme, dan inklusivitas. Pada pendidikan pesantren, Indonesia memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter melalui kehidupan berasrama, keteladanan kyai, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman, sedangkan Malaysia mengembangkan pendidikan Islam melalui pondok dan sekolah agama yang terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Perbedaan kedua negara terletak pada struktur kelembagaan dan kebijakan pendidikan, namun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam membentuk peserta didik yang berkarakter. Oleh karena itu, kedua sistem pendidikan memiliki potensi untuk saling melengkapi melalui pertukaran praktik baik dalam pengembangan pendidikan karakter.