Denny Nurdin
Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan EDTA 17% sebagai irigan perawatan saluran akar Alifia Nurul Assyurah; Denny Nurdin
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104077

Abstract

Keberhasilan perawatan saluran akar ditentukan oleh pembersihan debris, desinfeksi, dan obturasi. Irigasi merupakan bagian penting pada perawatan saluran akar. Tindakan irigasi bertujuan untuk menghilangkan debris dan bakteri pada saluran akar. Salah satu bahan irigasi yang sering digunakan adalah asam etilendiamintetraasetat (EDTA) 17%. Bahan ini berfungsi untuk agen pengkelat dan menghilangkan bagian smear layer yang termineralisasi. Laporan kasus ini membahas perawatan kasus pulpitis irreversible simptomatik yang disertai periodontitis apikalis simptomatik gigi 21 pada perempuan berusia 21 tahun yang mengeluhkan sakit pada gigi kiri rahang atas. Gigi tersebut telah direstorasi sebelumnya. Hasil pemeriksaan subyektif dan obyektif diketahui gigi 21 mengalami pulpitis irreversible simptomatik disertai periodontitis apikalis simptomatik. Perawatan saluran akar yang dilakukan pada kasus ini dengan menggunakan bahan irigan EDTA 17% memperlihatkan hasil yang baik. EDTA 17% berfungsi sebagai agen pengkelat yang efektifuntuk melunakkan dentin, sehingga penggunaan EDTA 17% pada saluran akar yang sempit dan terkalsifikasi dapat memudahkan pelebaran dan pembersihan saluran yang selanjutnya meningkatkan keberhasilan perawatan saluran akar.
Penggunaan gutta-percha measurement cutter untuk mencegah overfilling material obturasi pada perawatan saluran akar gigi insisif sentral rahang atas Anisah Rifda Salsabila; Denny Nurdin
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.110346

Abstract

Obturasi saluran akar bertujuan menciptakan seal yang rapat secara koronal, lateral, dan apikal yang adekuat untuk mencegah infeksi pasca perawatan. Sensasi tug back pada saat trial obturasi sering digunakan sebagai indikator adaptasi apikal gutta-percha, namun prosedur tersebut tidak selalu mencerminkan posisi ideal secara radiografis. Ketidaksesuaian ukuran master cone dapat menyebabkan adaptasi apikal yang tidak optimal dan berujung pada overfilling, yang berpotensi menimbulkan reaksi inflamasi jaringan periapikal. Gutta-percha measurement cutter merupakan alat bantu yang memungkinkan pengendalian panjang dan diameter ujung gutta-percha secara lebih presisi. Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 36 tahun dengan keluhan gigi insisif sentral rahang atas kanan berlubang besar dan riwayat perawatan saluran akar yang tidak tuntas. Pada tahap trial obturasi ditemukan sensasi tug back, namun evaluasi radiografis menunjukkan overextension gutta-percha sebesar 0,5 mm. Penatalaksanaan dilakukan dengan pemotongan ujung gutta-percha sepanjang 0,5 mm menggunakan gutta-percha measurement cutter, berdasarkan nilai taper file F3 sebesar 0,09 mm/mm sehingga diameter ujung gutta-percha berubah dari 0,30 mm menjadi 0,345 mm. Setelah penyesuaian dan obturasi, evaluasi radiografis menunjukkan posisi gutta-percha tepat di ujung apikal tanpa overfilling. Penggunaan gutta-percha measurement cutter berbasis kalibrasi taper terbukti membantu mencegah overfilling dan berpotensi diintegrasikan sebagai langkah preventif dalam prosedur endodontik rutin.