Gedung E Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya merupakan bangunan sebelas lantai dengan tinggi 48,5 m yang berlokasi di Malang, Jawa Timur — wilayah dengan aktivitas petir tinggi yang mencapai 150 hari guruh per tahun berdasarkan data tahun 2025 dari Stasiun Geofisika Karangploso. Penelitian ini menyajikan perancangan sistem proteksi petir eksternal berbasis teknologi Early Streamer Emission (ESE) menggunakan tipe KURN R-150, yang dievaluasi berdasarkan standar PUIPP, SNI 03-7015-2004, NFC 17-102, IEC 62305, dan PUIL 2011. Hasil perhitungan indeks risiko PUIPP menunjukkan nilai R = 17 (bahaya sangat besar), sedangkan analisis SNI 03-7015-2004 menghasilkan kerapatan sambaran petir ke tanah Ng = 20,99 sambaran/km²/tahun, frekuensi sambaran tahunan Nd = 1,92 sambaran/tahun, serta efisiensi proteksi yang dibutuhkan E ≥ 94,79%, yang termasuk ke dalam Tingkat Proteksi II. Terminal ESE KURN R150 yang dipasang pada ketinggian 51,5 m menggunakan tiang pipa galvanis setinggi 3 m menghasilkan radius proteksi Rp = 219,10 m dengan cakupan area proteksi sebesar 150.740,61 m², jauh melebihi luas tapak bangunan sebesar 1.606 m². Verifikasi menggunakan metode rolling sphere IEC 62305-3 (R = 30 m) menghasilkan striking distance hB = 25,62 m, sudut proteksi α = 44,2°, yang menunjukkan bahwa area bangunan telah terlindungi secara memadai. Konduktor penyalur menggunakan kabel BC tembaga 50 mm² dalam dua jalur simetris dengan pelindung pipa PVC 40 mm serta penjepit setiap 20 cm. Hasil pengukuran resistansi grounding di lapangan menunjukkan nilai 18,2 Ω dan 20,0 Ω; setelah dilakukan redesain menggunakan 7 batang grounding paralel (L = 1 m, Ø12 mm, jarak antar batang 2 m), nilai resistansi menurun menjadi 2,6 Ω dan 2,85 Ω sehingga memenuhi persyaratan PUIL 2011 yaitu ≤ 5 Ω. Estimasi total biaya proyek sebesar Rp. 25.684.394. Kata Kunci—Early Streamer Emission, ESE KURN-R150, proteksi petir eksternal, sistem pentanahan, SNI 03-7015-2004, NFC 17-102.