Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi material elektroda dan gap udara terhadap distribusi medan listrik, arus bocor, serta efektivitas produski ozon pada sistem Dielectric Barrier Discharge (DBD) dengan konfigurasi elektroda koaksial. Penelitian menggunakan elektroda berbahan tembaga dan besi stainless dengan variasi gap udara 1 mm dan 2 mm untuk mengetahui karakteristik pembangkitan plasma dan produksi ozon yang dihasilkan. Selain itu, permukaan elektroda pengion dimodifikasi menggunakan uliran untuk meningkatkan konsentrasi medan listrik lokal sehingga proses ionisasi udara menjadi lebih efektif. Analisis dilakukan menggunakan simulasi distribusi medan listrik menggunakan perangkat lunak FEMM, pengukuran arus bocor menggunakan multimeter, serta pengujian efektivitas ozonisasi terhadap perubahan kualitas air menggunakan metode pengolahan citra digital berbasis RGB dan CIELAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroda tembaga menghasilkan medan listrik yang lebih stabil dan produksi ozon lebih tinggi dibandingkan stainless steel karena memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik. Penambahan uliran pada elektroda juga meningkatkan intensitas medan listrik sehingga proses ionisasi udara menjadi lebih efektif. Variasi jarak celah udara mempengaruhi intensitas partial discharge dan rugi-rugi daya pada sistem. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi material elektroda, geometri permukaan elektroda, dan jarak celah udara memiliki pengaruh signifikan terhadap performa sistem DBD dalam menghasilkan ozon. Kata kunci: Dielectric Barrier Discharge, Ozon, Tembaga, Besi Stainless, Gap Udara, Elektroda Koaksial, Medan Lsitrik, Partial Discharge.