Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa memahami signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah di tengah arus narasi digital, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pemahaman tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan siswa dalam menentukan signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah di tengah perkembangan arus informasi digital, khususnya di SMA Negeri 1 Wonoayu. Sementara itu, pemahaman siswa terhadap signifikansi sejarah seringkali didasarkan pada popularitas tokoh maupun besarnya suatu peristiwa sejarah. Landasan teori penelitian ini mengacu pada konsep Historical Thinking Seixas & Morton, serta Sam Wineburg yang menekankan bahwa berpikir historis tidak muncul secara alami, melainkan dengan cara dilatih. Suatu peristiwa dan tokoh sejarah dianggap penting karena relevansi dan dampaknya yang besar, serta menimbulkan perubahan yang besar dalam sejarah. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan convergent parallel design. Instrumen penelitian menggunakan 5 pertanyaan kuesioner terbuka terkait pemahaman siswa terhadap signifikansi tokoh dan peristiwa sejarah, serta, pedoman wawancara siswa dan guru, yang telah diuji melalui penilaian ahli dan dianggap memenuhi kriteria valid untuk memastikan kesesuaian dan kejelasan pertanyaan dengan fokus penelitian. Sampel penelitian yaitu seluruh siswa kelas X-10 SMA Negeri 1 Wonoayu yang berjumlah 36. Data kuantitatif dianalisis menggunakan model deskriptif dan data kualitatif menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung menentukan signifikansi sejarah berdasarkan popularitas, dampak, dan nilai perjuangan yang ditampilkan dalam narasi sejarah karena dipengaruhi oleh penjelasan guru di kelas dan buku teks sejarah.