Mey Maemunah
Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Political Connection dan Board Gender Diversity terhadap Fraudulent Financial Statement Nyuta Restu Anantya; Mey Maemunah
Jurnal Riset Akuntansi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Akuntansi (JRA)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jra.v6i1.10096

Abstract

Abstrak. Laporan keuangan merupakan aspek penting perusahaan yang sering dijadikan media untuk melakukan tindakan FraudulentFinancial Statement. Dengan contoh kasus PT Indofarma yang melakukan penyimpangan pada laporan keuangannya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Political Connection yang merupakan proksi dari salah satu elemen fraud hexagon theory yaitu kolusi dan Board Gender Diversity terhadap fraudulent financial statement pada 19 perusahaan kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 – 2024 dengan jumlah data pengamat sebanyak 95 data. Data sekunder dianalisis menggunakan regresi panel Random Efect Model (REM) dengan menggunakan software Eview 13. Hasil penelitian menunjukkan Political Connection tidak berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Statement, sedangkan Board Gender Diversity berpengaruh terhadap Fraudulent Financial Statement. Penelitian berikutnya dapat ditambahkan variabel lain yang mampu menjelaskan Fraudulent Financial Statement. Abstract. Financial statement are a crucial aspect of companies but are frequently manipulated as a medium for fraudulent financial statement. A notable example ide PT Indofarma, which committed financial reporting irregularities. This study examines the influence of political connection a proxy for collusion within Fraud Hexagon Theory and board gender diversity on fraudulent financial statement among 19 healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange (ISE) from 2020 to 2024 (95 observations). Secondary data were analyzed using Random Effect Model (REM) panel regression with EViews 13 software. The findings reveal that political connection has No. significant effect on fraudulent financial statement, while board gender diversity demonstrates a significant influence. Future research could incorporate additional variabels to better explain fraudulent financial statement