Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Komunikasi Interpersonal Teller dalam Mendukung Strategi Pemasaran dan Citra Bank Syariah: Studi Wawancara Internal BSI KCP Surabaya ITS Miftah Anugrah Putri; Evada El Ummah Khoiro
Score: Jurnal Lentera Manajemen Pemasaran Vol. 4 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmp.v4i01.1417

Abstract

Komunikasi Komunikasi interpersonal teller memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mendukung strategi pemasaran, serta membentuk citra perusahaan pada industri perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal teller berkontribusi terhadap kepuasan, loyalitas nasabah, dan penguatan citra PT Bank Syariah Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 14 informan yang terdiri atas pegawai internal dan nasabah aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan teller dalam membangun komunikasi yang ramah, jelas, empatik, dan berorientasi pada penyelesaian masalah mampu meningkatkan kenyamanan, kepercayaan, dan kepuasan nasabah. Komunikasi yang efektif juga mendukung keberhasilan pemasaran melalui penyampaian informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah sehingga mendorong peningkatan penggunaan layanan, mempertahankan hubungan jangka panjang, serta menghasilkan rekomendasi positif. Selain itu, kualitas komunikasi teller berkontribusi terhadap pembentukan citra PT Bank Syariah Indonesia sebagai lembaga keuangan syariah yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan bahwa bank perlu memperkuat pelatihan komunikasi interpersonal, kemampuan pelayanan berbasis solusi, serta kompetensi pemasaran bagi teller melalui evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman nasabah, memperkuat daya saing perusahaan, serta mendukung pertumbuhan loyalitas dan keberhasilan pemasaran secara berkelanjutan.
Penguatan Daya Saing UMKM Lele Agus Melalui Inovasi Produk Lele dan Strategi Pemasaran Digital Yoga Alif Kurnia Utama; Yustin Nur Faizah; Evada El Ummah Khoiro
SEMANGGI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/sjpm.v5i1.512

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat daya saing UMKM Lele Agus yang bergerak di bidang budidaya dan penjualan ikan lele di Dusun Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sebelum pendampingan, usaha ini hanya menjual lele segar dengan sistem konvensional yang bergantung pada tengkulak, sehingga margin keuntungan rendah dan tidak berkelanjutan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian melakukan inovasi melalui pengembangan produk olahan dan strategi pemasaran digital. Inovasi produk difokuskan pada dua jenis olahan bernilai tambah, yaitu Lele Marinasi Siap Goreng (frozen) dan Lele Goreng Siap Saji (ready-to-eat) yang diproses menggunakan teknologi sederhana seperti marinasi bumbu alami, penggorengan setengah matang, dan pengemasan vakum. Sementara itu, strategi pemasaran digital dilakukan melalui pelatihan pembuatan konten dan promosi di platform TikTok, Instagram, dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory community engagement yang melibatkan mitra secara aktif pada setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, pelatihan teknis, manajemen usaha, hingga monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan harga jual produk, mulai ada pemesanan secara online, serta peningkatan keterampilan digital mitra dalam mengelola media sosial dan berinteraksi dengan pelanggan. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara inovasi produk dan pemasaran digital merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM sektor perikanan di wilayah pedesaan.
From Communication to Customer Relationships: Customer Relation Officer Practices in Educational Services Rifka Ayu Diar Pitaloka; Evada El Ummah Khoiro
Growth: Journal Management and Business Vol. 4 No. 01 (2026): June 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/growth.v4i01.1541

Abstract

Competition in the educational services sector requires tutoring institutions to move beyond academic provision alone and to cultivate sustained relationships with customers. Within this context, the Customer Relation Officer (CRO) occupies a strategic position in managing customer communication. This study examines the communication strategy employed by the CRO in building customer loyalty at CV IBSI EDUTAMA. A qualitative case study approach was used, with data gathered through observation, in-depth interviews, and documentation involving 33 informants: 13 internal actors engaged in the company's service and communication functions, and 20 customers comprising parents and students. Data were analyzed through organization, reduction, thematic categorization, presentation, interpretation, and conclusion drawing, with credibility strengthened through source and technique triangulation. The findings show that the CRO's communication strategy relies on multichannel communication through WhatsApp, Instagram, and face-to-face interaction, and rests on three core elements: hospitality, clarity, and problem solving. Hospitality is expressed through friendliness, attentiveness, and a consultative approach; clarity through accurate and consistent information supported by coordination with the academic team; and problem solving through responsive handling of complaints followed by structured follow-up. Interviews further indicate that customer loyalty is reflected in trust (90%), renewed use of services (100%), willingness to recommend (85%), and commitment to the relationship (100%). These results demonstrate that CRO communication functions not merely as an information channel but as an instrument of relationship management that sustains long-term customer loyalty, thereby extending customer-relations communication research to the context of tutoring services characterized by continuous interactions among educational institutions, parents, and students.
The Effect of Marketing Mix on Consumer Satisfaction and Loyalty of WildBee Honey in Surabaya City Amadeus Putra Agung; Rico Maulana Putra Agung; Evada El Ummah Khoiro
Growth: Journal Management and Business Vol. 4 No. 01 (2026): June 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/growth.v4i01.1564

Abstract

This study examines the relationships between the marketing mix, consumer satisfaction, and consumer loyalty among WildBee Honey consumers in Surabaya, with particular attention to the mediating role of consumer satisfaction. A quantitative survey approach was employed involving consumers selected through purposive sampling based on the criteria of being at least 17 years old and having purchased and consumed WildBee Honey. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using IBM SPSS Statistics through validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, hypothesis testing, and mediation analysis. The findings show that the marketing mix has a positive and significant effect on both consumer satisfaction and consumer loyalty. Consumer satisfaction also has a positive and significant effect on consumer loyalty, and the marketing mix and consumer satisfaction jointly contribute significantly to consumer loyalty. However, the indirect effect of the marketing mix on consumer loyalty through consumer satisfaction is not statistically significant, indicating that consumer satisfaction does not mediate this relationship. Thus, the marketing mix and consumer satisfaction operate as distinct direct determinants of consumer loyalty rather than through a confirmed mediation mechanism. The findings suggest that WildBee Honey should prioritize coordinated improvements in product quality, product accessibility, promotional effectiveness, and service delivery, while strengthening consumer satisfaction as an independent driver of loyalty. This integrated approach provides a more relevant basis for sustaining consumer relationships in the competitive honey market.