Ni Made Sekar Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi 0-9 bulan: Mothers’ knowledge level of basic immunization for infants aged 0–9 months Ni Nyoman Arista Dewi; Ni Made Sekar Sari; Desak Made Serinadi; Ni Luh Made Asri Dewi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2911

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada bayi. Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 84,5%, masih berada di bawah target WHO sebesar 95%. Salah satu wilayah di Indonesia yang cakupan IDLnya masih rendah adalah wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Tingkat pengetahuan ibu menjadi faktor yang berperan penting dalam kelengkapan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0–9 bulan, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64,7%) memiliki pengetahuan yang baik dengan nilai rerata skor pengetahuan adalah 77,41. Namun meskipun demikian masih terdapat ibu dengan pengetahuan cukup hingga kurang, sehingga perlu adanya edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan. Peningkatan pengetahuan ibu diharapkan dapat mendukung cakupan imunisasi dasar yang lebih optimal dan menjamin perlindungan kesehatan bayi sejak dini.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PEKERJA TERHADAP MANAJEMEN HIPERTENSI ni made sekar sari; Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati; Dewa Ayu Anggi Gharbelasari
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v4i2.479

Abstract

Kelompok pekerja, baik di sektor formal maupun informal wilayah perkotaan, memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat stres kerja, jam kerja panjang, gangguan pola tidur, gaya hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, serta rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja, peningkatan absensi, serta risiko terjadinya komplikasi kesehatan jangka panjang. Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan, Denpasar, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk usia produktif yang sebagian besar bekerja dan masih memiliki tingkat kesadaran rendah terhadap pengelolaan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pekerja terhadap deteksi dini serta pengelolaan tekanan darah secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 melalui pendidikan kesehatan tentang hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah secara individual. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal (≤126 mg/dl). Berdasarkan kategori tekanan darah, mayoritas peserta berada pada kategori prehipertensi (120–139/80–89 mmHg). Peserta dengan hasil tekanan darah di atas normal diberikan edukasi tambahan serta dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi efektivitas edukasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, dengan rata-rata skor meningkat dari 56,4 ± 9,8 menjadi 82,1 ± 7,6. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik juga meningkat secara signifikan setelah pemberian edukasi. Kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan produktivitas kerja.