Aini Inayati
Prodi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi kombinasi perawatan nacl 0,9% dan perak sulfadiazine untuk perawatan luka di ruamh sakit swata Di Yogyakarta : studi kasus: Implementation of a combination of 0.9% nacl and silver sulfadiazine for wound care at a private hospital in Yogyakarta: a case study Wulansari Putri Ambarwati; Aini Inayati; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i2.3205

Abstract

Secara global, ulkus kaki diabetik dialami oleh sebagian pasien diabetes melitus dan menjadi salah satu beban utama dalam perawatan. Proses penyembuhan luka dapat terhambat oleh infeksi, gangguan vaskular, serta ukuran luka. Oleh karena itu, diperlukan perawatan luka yang efektif, salah satunya melalui penggunaan perak sulfadiazin untuk mempercepat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil perawatan luka menggunakan larutan NaCl 0,9% dibandingkan dengan perawatan luka modern menggunakan perak sulfadiazin pada kasus ulkus diabetik. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan keperawatan medikal-bedah pada seorang pasien perempuan berusia 63 tahun yang menjalani perawatan di bangsal dewasa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Intervensi dilakukan melalui pembersihan luka menggunakan larutan NaCl 0,9%, kemudian dilanjutkan dengan kombinasi larutan NaCl 0,9% dan aplikasi perak sulfadiazin. Evaluasi perbaikan luka dilakukan menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan luka dengan kombinasi NaCl 0,9% dan perak sulfadiazin memberikan perbaikan kondisi ulkus diabetik yang lebih baik dibandingkan penggunaan NaCl 0,9% saja. Kombinasi tersebut terbukti lebih optimal dalam mendukung proses penyembuhan ulkus diabetik. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perawat dalam menerapkan perawatan luka modern berbasis bukti untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi pada pasien diabetes melitus.