Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evolusi Desain Antarmuka (UI) dan Pengalaman Pengguna (UX) pada Aplikasi Mobile: Study Literatur Kristofel Santa; Maria Rina Rumengan; Christenia Tagah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ekosistem mobile computing saat ini, aspek fungsionalitas murni tidak lagi cukup untuk menjamin keberhasilan sebuah aplikasi, melainkan ditentukan oleh kualitas Antarmuka Pengguna (UI) dan Pengalaman Pengguna (UX). Artikel ini bertujuan untuk memetakan transformasi desain mobile dalam sepuluh tahun terakhir sebagai respons terhadap kemajuan teknologi perangkat keras dan perubahan perilaku pengguna. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui tinjauan komprehensif terhadap berbagai jurnal penelitian, laporan industri, dan dokumentasi desain dari periode 2015 hingga 2025 yang diperoleh dari basis data akademik terkemuka. Hasil pembahasan menunjukkan adanya evolusi radikal dari gaya Skeuomorphism menuju Flat Design, hingga kemunculan tren modern seperti Dark Mode, navigasi berbasis gestur, dan integrasi Kecerdasan Buatan (AI) yang mendukung Anticipatory Design. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa evolusi desain mobile terus bergerak menuju arah yang lebih "manusiawi", inklusif, dan prediktif. Inovasi-inovasi ini terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi kognitif serta kepuasan emosional pengguna, yang menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan aplikasi di masa depan.
Klasifikasi Potensi Pelanggaran Pemilu 2024 pada Platform X Menggunakan Model IndoBERTweet Christenia Tagah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.522

Abstract

ABSTRAK              Media sosial X (sebelumnya Twitter) telah muncul sebagai saluran utama untuk penyebaran informasi, sekaligus menghadirkan risiko signifikan terhadap pelanggaran pemilu selama Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi potensi pelanggaran terkait pemilu, seperti kampanye hitam (black campaign) dan hoaks, menggunakan teknik Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing/NLP). Kumpulan data (dataset) yang terdiri dari 1.141 twit dikumpulkan dan melalui tahapan pra-pemrosesan (preprocessing) yang ketat serta pelabelan biner. Penelitian ini mengimplementasikan IndoBERTweet, sebuah model deep learning transformer yang dilatih khusus sebelumnya (pre-trained) menggunakan diskursus Twitter berbahasa Indonesia. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model IndoBERTweet mencapai akurasi luar biasa sebesar 98% dan F1-score sebesar 98% dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran. Visualisasi Word Cloud lebih lanjut mengidentifikasi dominasi istilah-istilah kunci seperti "hoax" (hoaks), "fitnah", dan "black campaign" (kampanye hitam) di dalam data pelanggaran yang terdeteksi. Temuan ini membuktikan bahwa melakukan penyesuaian (fine-tuning) pada model bahasa yang dilatih secara lokal sangat efektif untuk memantau konten pemilu digital di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka kerja yang kuat bagi pihak berwenang untuk memitigasi eskalasi pelanggaran digital secara real-time. ABSTRACT               Social media platform X (formerly Twitter) has emerged as a primary channel for information dissemination while simultaneously presenting significant risks for election violations during the 2024 Indonesian General Election. This study aims to detect potential election-related violations, such as black campaigns and hoaxes, using Natural Language Processing (NLP) techniques. A dataset comprising 1,141 tweets was collected and subjected to a rigorous preprocessing pipeline and binary labeling. The research implements IndoBERTweet, a deep learning transformer model specifically pre-trained on Indonesian Twitter discourse. The experimental results demonstrate that the IndoBERTweet model achieves an exceptional accuracy of 98% and an F1-score of 98% in identifying potential violations. Word Cloud visualizations further identify a dominance of key terms such as "hoax," "slander" (fitnah), and "black campaign" within the detected violation data. These findings prove that fine-tuning a locally pre-trained language model is highly effective for monitoring digital election content in Indonesia. This study contributes a robust framework for authorities to mitigate the escalation of digital violations in real-time.