ABSTRAK Dry eye merupakan kelainan multifaktorial pada lapisan air mata yang menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan penglihatan. Perubahan hormon estrogen, progesteron, dan androgen selama kehamilan dapat memengaruhi fisiologi air mata dan memicu dry eye. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dry eye pada ibu hamil dan faktor faktor yang berhubungan dengan kejadiannya di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar.Desain yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 91 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari 118 populasi dengan metode pemilihan random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui Ocular Surface Disease Index (OSDI) dan rekam medis, kemudian dilakukan analisis data menggunakan aplikasi SPSS. Hasil yang di dapatkan sebagian besar responden berada pada trimester ketiga (60%) dan kelompok usia 20–25 tahun (40%). Prevalensi dry eye dengan derajat sedang mencapai 34%, diikuti derajat ringan 30%, normal 22%, dan berat 14%. Terdapat hubungan signifikan antara usia kehamilan (0,030), usia ibu hamil (0,022), serta kondisi lingkungan berangin (0,005), kering (<0,001), dan ber-AC (<0,001) dengan derajat dry eye. Prevalensi dry eye pada ibu hamil cukup tinggi, terutama pada trimester akhir kehamilan. Faktor usia ibu, usia kehamilan, dan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap kejadian dry eye. ABSTRACT Dry eye is a multifactorial disorder of the tear film that causes discomfort and visual disturbances. Hormonal changes in estrogen, progesterone, and androgen during pregnancy can affect tear film physiology and trigger dry eye. This study aimed to determine the prevalence of dry eye among pregnant women and the factors associated with its occurrence at Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Mother and Child Hospital, Makassar. A descriptive cross-sectional design was applied involving 91 pregnant women selected randomly from a population of 118 who met the inclusion criteria. Data were collected using the Ocular Surface Disease Index (OSDI) questionnaire and medical records, then analyzed using SPSS. Most respondents were in the third trimester (60%) and aged 20–25 years (40%). The prevalence of moderate dry eye was 34%, followed by mild (30%), normal (22%), and severe (14%). Significant associations were found between dry eye severity and gestational age (0,030), maternal age (0,022), and environmental factors wind exposure (0,005), dry air(<0,001), and air conditioning (<0,001). The prevalence of dry eye among pregnant women is relatively high, particularly in the late trimester. Maternal age, gestational age, and environmental conditions influence the occurrence of dry eye