Pius Weraman
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI DI BAWAH LIMA TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBA Gusthy Adiputra Lado; Pius Weraman; Tasalina Y.P Gustam; Yendris K. Syamruth
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 01 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i01.412

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta perilaku kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban, pengetahuan ibu, dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Seba. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 94 ibu yang memiliki balita. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi kondisi sanitasi rumah tangga. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih tidak berhubungan dengan kejadian diare (p=0,258), dan pengetahuan ibu juga tidak berhubungan dengan diare (p= 0,295). Namun, terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan jamban dan kejadian diare (p=0,010), di mana balita dari keluarga yang tidak memiliki jamban lebih banyak mengalami diare dibandingkan dengan keluarga yang memiliki jamban. Selain itu, pemberian ASI eksklusif menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian diare (p= 0,041), di mana balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih rentan mengalami diare. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketersediaan jamban yang layak dan pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam mencegah diare pada balita. Edukasi mengenai sanitasi dasar dan praktik pemberian ASI eksklusif perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko diare di masyarakat. ABSTRACT Diarrhea is one of the health problems that often occurs in toddlers and influenced by environmental factors and family health behaviors. This study aims to determine the relationship between the availability of clean water, the availability of toilets, mothers' knowledge, and exclusive breastfeeding with the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the Seba Community Health Center. This study used a cross-sectional design with a sample size of 94 mothers who had toddlers. Data were collected through interviews using questionnaires and observations of household sanitation conditions. Analysis was performed using univariate and bivariate Chi-Square tests. The results showed that the availability of clean water was not associated with the incidence of diarrhea (p=0.258), nor was maternal knowledge (p=0.295). However, there was a significant association between the availability of toilets and the incidence of diarrhea (p=0.010), with toddlers from families without toilets experiencing more diarrhea than those from families with toilets. In addition, exclusive breastfeeding showed a significant relationship with the incidence of diarrhea (p=0.041), where toddlers who did not receive exclusive breastfeeding were more prone to diarrhea.This study concludes that the availability of proper toilets and exclusive breastfeeding play an important role in preventing diarrhea in toddlers. Education on basic sanitation and exclusive breastfeeding practices needs to be improved to reduce the risk of diarrhea in the community.