Mehamad Wijaya Tarigan
Sekolah Tinggi Teologia Abdi Sabda Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo Ella Angelina Br Surbakti; Mehamad Wijaya Tarigan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i5.2130

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui sejarah perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dan mengingatkan tugas penting bagi gereja dalam memberikan perhatian kepada penderita kusta walaupun Rumah Sakit Kusta Lau Simomo bukan milik Gereja Batak Karo Protestan. Metode yang digunakan dalam pengerjaan tesis ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan meneliti buku- buku sejarah, arsip-arsip di Kantor Sinode Gereja Batak Karo Protestan dan museum Gereja Batak Karo Protestan serta mewawancarai tokoh- tokoh yang mengetahui Sejarah Rumah Sakit Kusta Lau Simomo. Dan hasil yang didapat adalah Gereja Batak Karo Protestan belum melakukan pelayanan khusus terhadap penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Lau Simomo, oleh sebab itu pelayanan kepada penderita kusta sebagai tugas yang penting bagi Gereja Batak Karo Protestan di masa depan. Bahwa pelayanan kepada penderita kusta adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Sama halnya seperti para Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yang melayani penderita kusta menjadikan mereka sama seperti seorang saudara. Sampai saat ini Gereja Batak Karo Protestan masih berusaha mengambilalih kepemilikan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dengan mencari dan menerjemahkan arsip-arsip sejarah di Belanda.
Gereja Terhadap Pa Mbelgah: Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo Mehamad Wijaya Tarigan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2786

Abstract

Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang Siasat Gereja Terhadap Pa Mbelgah (Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo). Penelitian ini memakai metode Deskriptif Kualitatif, dengan melakukan observasi, membaca buku-buku serta arsip NZG. Penelitian ini membahas tentang cara misionaris menghadapi masyarakat Karo yang memakai gendang Karo untuk perayaan-perayaan adat-budaya Karo, dapat ditemukan pada kasus seorang tokoh Karo yang terkemuka dan sudah masuk Kristen, yaitu Pa Mbelgah Purba (Bakal Purba). Menurut Tim Penelitian GBKP tahun 1976 beliau dan kawan-kawannya menerima baptisan kudus tanpa pengajaran katekisasi yang teratur. Seharusnya pertanyaan kepada Pa Mbelgah harus dijawab dengan jawaban Pastoral-Injili bukan jawaban legalistis. Jawaban seperti ini penulis lihat belum memadai. Misionaris melihat musik tradisional dan orkestra sebagai milik masa lalu yang kafir yang tidak bisa dimiliki dalam kehidupan Kristen yang baru. Pa Mbelgah bersikeras karena dia harus menjalankan tanggung jawab sebagai penguasa daerah Kabanjahe dan dia tetap memakai gendang Karo. Akhirnya Pa Mbelgah dikucilkan dari gereja. Seharusnya di sinilah kesempatan misionaris NZG untuk melakukan dialog kontekstualnya.