Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Bahasa terhadap kemampuan Berbicara Bahasa Arab Rifky Rosian An Nur; Baiq Tuhfatul Unsi
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 9 No. 1 (2021): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v9i1.389

Abstract

Abstract: Language is a habit that is easy to control and master. Language becomes part of human behavior which is shaped and influenced by the surrounding environment. speaking skills aim to make students able to communicate verbally properly and naturally with the language they are learning. Dulay explained that the language environment is very important for a learner to be successful in learning a new language (a second language). The focus of this study was to determine the effect of the language environment on students' speaking ability in Arabic. The research method used is a quantitative method. The results of this study are: 1. The Arabic language environment at MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng Jombang is quite good with a percentage of 66.88%. 2. The ability to speak Arabic for grade VIII students of MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng Jombang is quite good with a percentage of 59.2%. 3. There is a significant influence between the language environment on the ability to speak Arabic. With the value of T count = 3.812 greater than T table = 2,000 and the probability value (a) 0.000 <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. This means that the language environment is very influential on the speaking ability of students of Mts Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng Jombang. Keyword: Language environment, Speaking ability
MENINGKATKAN MINAT ANAK DALAM PEMBELAJARAN KEAGAMAAN MELALUI METODE BERNYANYI DI DUSUN MAYANGAN, JOMBANG Oktavia Ratna Ningtyas; Rifky Rosian An Nur; Siti Nur Safitri; Faiqotu Aribah; Rif’ah Awaliyah Maharani; Salsabila Firdausa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10478

Abstract

Religious education for early childhood plays a strategic role in shaping character, morals, and spiritual foundations from an early age. However, in many communities, the delivery methods remain conventional and tend to be less engaging for children. In response to this issue, a community service program based on the Student Community Service Program (KKN) was implemented by IAIBAFA students in Dusun Mayangan, Jogoroto District, Jombang Regency. This program adopted the Asset-Based Community Development (ABCD) approach by utilizing local assets and community involvement, especially children aged 6–12 who actively participate in activities at Masjid An-Na’im. The main method used was song-based learning supported by a visual medium: a pocket learning guidebook containing daily prayers, Islamic children’s songs, and engaging illustrations. The program was carried out over 25 days through five stages: inculturation, discovery, design, define, and reflection. Evaluation results showed that more than 50% of participants were able to memorize at least three religious materials in a short time and demonstrated increased enthusiasm, participation, and self-confidence in religious activities. Furthermore, the active involvement of local leaders and mosque administrators contributed significantly to the program’s success. In conclusion, the integration of song-based methods, contextual learning media, and the ABCD approach proved effective in enhancing children's interest in learning religion and is potentially replicable in other communities, especially during the month of Ramadan. ABSTRAK Pembelajaran agama untuk anak-anak di usia dini sangat penting dalam membentuk karakter, moral, dan basis spiritual dari usia awal. Namun, di sejumlah tempat, cara pengajaran yang digunakan masih tradisional sehingga kurang menarik bagi anak-anak. Menanggapi situasi ini, program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan oleh mahasiswi IAIBAFA di Dusun Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Program ini menerapkan pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD) dengan memanfaatkan potensi lokal dan melibatkan masyarakat, terutama anak-anak berusia 6–12 tahun yang aktif di lingkungan Masjid An-Na’im. Metode yang dipakai utama adalah pembelajaran yang berbasis pada lagu dan media visual, seperti buku saku panduan yang memuat doa harian, lirik lagu Islami, dan ilustrasi yang menarik. Kegiatan ini berlangsung selama 25 hari dalam lima tahap: inkulturasi, penemuan, desain, definisi, dan refleksi. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari setengah peserta dapat menghafal tiga atau lebih materi keagamaan dalam waktu singkat dan menunjukkan peningkatan dalam partisipasi, antusiasme, serta rasa percaya diri dalam kegiatan keagamaan. Di samping itu, keterlibatan aktif para tokoh masyarakat dan pengurus masjid memberikan dukungan bagi keberhasilan program ini. Sebagai kesimpulan, metode bernyanyi yang dikombinasikan dengan media belajar yang kontekstual serta pendekatan ABCD terbukti efektif dalam meningkatkan ketertarikan belajar agama pada anak-anak usia dini dan memiliki potensi untuk diterapkan di komunitas lain, terutama selama bulan Ramadan.