Egilda Firientin
Universitas Islam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GERAKAN PEMBERDAYAAN TANAMAN TOGA: PRODUKSI MINUMAN SEDUHAN HERBAL ‘PANDANSERA LARASA’ SEBAGAI PRODUK UNGGULAN RW 05 KELURAHAN TLOGOMAS Arina Swastika Maulita; Bunga Radiatul Nisha; Egilda Firientin; Daniel Fadilakamal
AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. RW 05 Kelurahan Tlogomas memiliki potensi TOGA yang melimpah, khususnya pandan, serai, dan secang, namun pemanfaatannya masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu-Ibu PKK RW 05 melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah TOGA menjadi minuman seduhan herbal inovatif yang diberi nama “Pandansera Larasa”. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan ceramah dan diskusi interaktif mengenai khasiat tanaman herbal serta cara pengolahan TOGA menjadi produk minuman siap konsumsi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 61,6 meningkat menjadi 89,3 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi terkait manfaat kesehatan dan aturan konsumsi minuman herbal. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi pemanfaatan TOGA dan inovasi produk herbal dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sekaligus membuka peluang pengembangan produk unggulan berbasis kearifan lokal. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat berkelanjutan dan dikembangkan untuk mendukung kemandirian kesehatan dan ekonomi masyarakat.