Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumber Sari bertujuan untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rengginang ubi melalui integrasi antara perspektif sosiologi dan manajemen. Analisis situasi menunjukkan bahwa pelaku UMKM di desa ini menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain: rendahnya literasi manajemen usaha, keterbatasan inovasi produk dan kemasan, akses pasar yang sempit, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital. Dari sisi sosial, kuatnya norma tradisional dan sikap subsisten menyebabkan masyarakat menjalankan usaha hanya sebagai kegiatan tambahan, bukan sebagai potensi ekonomi utama. Melalui pendekatan sosiologis, mahasiswa menganalisis struktur sosial, jaringan komunitas, dan nilai gotong royong sebagai modal sosial yang dapat menjadi kekuatan pemberdayaan ekonomi. Sementara itu, perspektif manajemen digunakan untuk mengelola potensi tersebut melalui pelatihan produksi, keuangan sederhana, dan pemasaran digital. Integrasi kedua bidang ini menghasilkan solusi partisipatif berupa pembentukan kelompok usaha bersama, inovasi produk dan kemasan, serta penggunaan media sosial untuk promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan manajerial pelaku usaha, penguatan solidaritas sosial ekonomi, dan perubahan pola pikir masyarakat dari orientasi subsisten menjadi wirausaha kolaboratif. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara sosiologi dan manajemen dapat memperkuat UMKM berbasis komunitas secara berkelanjutan, dengan tetap menghargai nilai-nilai sosial budaya lokal.