This Author published in this journals
All Journal Jurnal DIDASKO
Yola Pradita
a:1:{s:2:"en";s:43:"Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asal Usul Manusia: Refleksi Iman Kristen atas Penciptaan dan Evolusi Yola Pradita
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i2.256

Abstract

The debate between Christian faith and the theory of evolution often creates tension, particularly when evolution is seen as denying God’s role as Creator. This study aims to critically examine the Christian theological response to evolutionary theory in light of the doctrine of creation, without seeking synthesis or theological compromise. Using a qualitative method with a reflective-theological approach, it analyzes scientific and theological literature to assess how Christian faith can engage scientific findings responsibly. The results show that elements of evolution which exclude God’s involvement are theologically rejected, yet the natural development of the universe can be understood as a mechanism operating within the laws established by God. The novelty of this research lies in its effort to place Christian faith and evolution within their own distinct domains: creation as an affirmation of faith regarding purpose and human dignity, and evolution as a scientific explanation of natural processes. The study concludes that Christian theology can preserve doctrinal integrity while valuing scientific discovery Abstrak Perdebatan tentang hubungan iman Kristen dan teori evolusi sering menimbulkan ketegangan, terutama ketika evolusi dianggap menghapus peran Allah dalam penciptaan. Penelitian ini menganalisis secara kritis respons iman Kristen terhadap teori evolusi dalam terang doktrin penciptaan, tanpa mencari sintesis yang mengaburkan posisi teologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan reflektif-teologis melalui kajian literatur ilmiah dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur evolusi yang menolak keterlibatan Allah ditolak secara teologis, namun proses perkembangan alam tetap dapat dipahami sebagai mekanisme yang berlangsung dalam hukum ciptaan yang Allah tetapkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada upayanya menempatkan iman Kristen dan evolusi dalam ranahnya masing-masing: penciptaan sebagai pernyataan iman tentang tujuan dan martabat manusia, dan evolusi sebagai penjelasan ilmiah mengenai mekanisme alam. Kesimpulannya, teologi Kristen dapat mempertahankan integritas doktrinal sembari menghargai temuan ilmiah, sehingga iman dan sains dipandang saling melengkapi tanpa harus dipadukan