Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Emisi Karbon di Pasar Jatingaleh Semarang Nariswari, Sincerely Natazkia; Aurellia Dzakiyah; Annida Qotrunnada; Wila’as Meilana; Moh. Ferdian Ibnu Reza; Aventania Nismara Gradey; Andreas Bakara Sitanggang; Lia Nora Angelina; Muhamad Ilyas Rasyid
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol. 14 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i2.103304

Abstract

Meningkatnya emisi akibat aktivitas perkotaan dan fasilitas umum telah menjadi isu mendesak yang memerlukan strategi mitigasi berbasis perilaku dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber utama emisi di TPI Jatingaleh dengan mengukur volume timbulan sampah, konsumsi listrik, dan aktivitas transportasi, serta menilai kesadaran lingkungan, perilaku, dan faktor sosial-budaya-ekonomi yang memengaruhi aktivitas tersebut. Pendekatan metode campuran (mixed-methods) diterapkan melalui survei dan wawancara dengan petugas pasar, pedagang, dan pelanggan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kuantitatif terhadap emisi sampah dan listrik dilakukan menggunakan pedoman IPCC 2006, sedangkan analisis kualitatif menggunakan survei pengenalan, photovoice, wawancara mendalam, dan triangulasi melalui perangkat lunak ATLAS.ti untuk menafsirkan motivasi, persepsi, dan pola perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi listrik merupakan sumber emisi utama, dengan total 11.460,76 kg CO₂ per tahun. Angka ini diikuti oleh emisi sampah yang berkontribusi sebesar 10.313,00 kg CO₂ per tahun. Meskipun responden menunjukkan tingkat kesadaran lingkungan yang moderat, praktik mereka masih belum konsisten, terutama terkait penggunaan plastik dan pengelolaan sampah. Faktor sosial seperti norma kebersihan, faktor budaya seperti kebiasaan turun-temurun, dan faktor ekonomi seperti pendapatan terbukti memengaruhi variasi perilaku lingkungan. Penelitian ini menyoroti perlunya strategi mitigasi praktis, termasuk penerapan prinsip ekonomi sirkular, penguatan praktik 3R (Reduce–Reuse–Recycle), peningkatan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan, penyediaan fasilitas pasar hemat energi, serta pemberian edukasi dan insentif yang tepat sasaran untuk mendorong perilaku lingkungan yang lebih berkelanjutan.