Irfany Irfany
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pancasakti Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NARASI, KEKUASAAN, DAN PENGAMPUNAN: KAJIAN MAKNA SOSIAL DAN PERTARUNGAN SIMBOLIK PADA ISU AMNESTI DAN ABOLISI HASTO KRISTIYANTO DAN TOM LEMBONG Irfany Irfany
CORE: Journal of Communication Research Vol 4 No 1 (2026): CORE, JANUARI 2026
Publisher : CORE: Journal of Communication Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/core.v4i1.2586

Abstract

Isu amnesti bagi Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong memunculkan perdebatan tajam di ranah politik dan hukum Indonesia. Kebijakan yang bersumber dari hak prerogatif Presiden ini memperlihatkan tarik-menarik wacana antara hukum, politik, dan moralitas. Publik memandang isu ini secara beragam, bergantung pada bagaimana media, politisi, dan akademisi membingkai narasinya. Penelitian ini bertujuan menelusuri pembentukan dan persepsi publik terhadap narasi amnesti dan abolisi dalam konteks komunikasi politik. Analisis difokuskan pada framing, wacana kritis, representasi makna, serta dinamika interaksi para pemangku kepentingan sosial-politik yang memengaruhi opini dan legitimasi publik dalam konteks relasi kekuasaan. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi tematik, interpretasi wacana, serta pemetaan hubungan antara wacana, persepsi publik, dan legitimasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi narasi yang beragam dari media, politisi, dan akademisi, bersama dinamika sosial serta relasi kekuasaan, membentuk persepsi publik secara signifikan. Dominasi suara tertentu dalam wacana turut menentukan arah opini publik, sementara pandangan kritis sering terpinggirkan. Temuan ini menegaskan eratnya kaitan antara wacana politik, opini publik, dan legitimasi dalam membentuk kesadaran sosial masyarakat.