Magnetic resonance imaging (MRI) menjadi salah satu modalitas utama dalam evaluasi kelainan neurologis karena mampu menghasilkan kontras jaringan lunak dengan detail anatomi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan lainnya. Di RSU Siloam Jember salah satu sekuen tambahan yang sering digunakan ialah sekuen 3D Sagittal T1 Cube. Namun, penambahan sekuen ini memiliki kelemahan utama yaitu waktu akuisisi yang relatif lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka digunakan teknik parallel imaging yaitu Autocalibrating Reconstruction for Cartesian (ARC) yang memungkinkan percepatan waktu akuisisi dengan mengurangi jumlah data yang diambil, akan tetapi penggunaan ARC juga dapat mempengaruhi kualitas citra yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh faktor ARC terhadap kualitas citra MRI Brain khususnya pada sekuen 3D Sagittal T1 CUBE. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental yang dilakukan di RSU Siloam Jember menggunakan MRI GE Signa explorer 1.5T. Sampel penelitian ini terdiri dari 5 relawan yang menjalani MRI Brain khusus sekuen 3D Sagittal T1 CUBE dengan variasi faktor akselerasi. Peneliti melakukan scan dengan variasi nilai akselerasi 1, 1.5, dan 2 dengan parameter lain yang dijaga konstan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Setelah analisis dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa dengan diberikan variasi terhadap nilai akselerasi tidak terdapat perubahan signifikan pada nilai SNR dan CNR ,namun terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu pemeriksaan dan kualitas spatial resolution. Dimana semakin tinggi nilai faktor akselerasi ARC semakin singkat waktu scan namun kualitas spatial resolution mengalami penurunan