Cici Kusnadi
STAI Muhammadiyah Garut

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Manajemen SDM Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan Aksesibilitas Pendidikan Pesantren di Desa Neglasari, Cidaun Anita Pancawati; Cici Kusnadi
Tartib: Jurnal of Educational Management Vol. 5 No. 1 (2026): Tartib: Jurnal of Educational Management
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/e98tda06

Abstract

Tantangan aksesibilitas pendidikan di wilayah rural-terpencil sering kali menjadi faktor utama rendahnya mutu dan tingginya angka keluar-masuk (turnover) tenaga pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang diterapkan oleh lembaga pendidikan Islam dalam merespons isolasi geografis ekstrem di Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan kepala madrasah, guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam di lokasi tersebut berhasil mempertahankan keberlanjutan akademiknya melalui formulasi Model MSDM Berbasis Resiliensi Kultural-Spiritual. Model ini bertumpu pada tiga strategi taktis: (1) penerapan rekrutmen berbasis kedekatan wilayah (indigenous recruitment) untuk mengunci loyalitas sosiologis staf; (2) pembinaan internal berbasis nilai-nilai transendental Islam (ikhlas, barakah, khidmah) yang dikonversi menjadi komitmen kerja organisasi; dan (3) strategi retensi melalui rekayasa beban kerja fleksibel (flexible workload engineering) yang didukung oleh skema kompensasi sosial non-material dari komunitas pedesaan setempat. Secara teoretis, studi ini mendekonstruksi teori MSDM konvensional yang bias urban dengan membuktikan bahwa modal spiritual dan sosial dapat berfungsi sebagai instrumen kompensatoris primer penyangga defisit material sekolah di wilayah marginal.