Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI METAFORA KONSEPTUAL DALAM PIDATO MENTERI KEUANGAN PURBAYA: ANALISIS SEMANTIK KOGNITIF LAKOFF DAN JOHNSON: REPRESENTASI METAFORA KONSEPTUAL DALAM PIDATO MENTERI KEUANGAN PURBAYA: ANALISIS SEMANTIK KOGNITIF LAKOFF DAN JOHNSON Nadia Septya Putri; Nanik Setyawati; Ahmad Ripai
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v16i2.118834

Abstract

Kompleksitas isu ekonomi memerlukan strategi komunikasi yang mampu menyederhanakan konsep abstrak sehingga mudah dipahami, salah satunya melalui penggunaan metafora konseptual. Makalah ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang jenis dan fungsi metafora konseptual yang digunakan dalam pidato wisuda Menteri Keuangan Purbaya di Universitas Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif deskriptif. Informasi dikumpulkan dari pernyataan-pernyataan yang mengandung metafora dalam teks. Penelitian ini menggunakan teori Lakoff dan Johnson untuk menganalisis jenis metafora yang mencakup metafora struktural, orientasional, dan ontologis, serta teori Ankersmit dan Mooij untuk menganalisis fungsi yang meliputi fungsi kognitif, persuasif, dan emotif. Hasil penelitian menunjukkan 20 tuturan sebagai sampel metafora konseptual yang terdiri atas 8 metafora ontologis, 6 metafora struktural, dan 6 metafora orientasional. Temuan ini menunjukkan bahwa Purbaya memanfaatkan metafora ontologis sebagai strategi konseptual untuk mengonkretkan fenomena ekonomi yang abstrak sehingga lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh khalayak. Fungsi kognitif menjadi fungsi yang paling dominan karena metafora banyak digunakan untuk menjelaskan konsep ekonomi yang kompleks melalui pengalaman konkret. Metafora juga berfungsi membangun optimisme, mendorong peran generasi muda, serta menggugah empati audiens. Temuan ini memperkaya kajian semantik kognitif dan menunjukkan bagaimana metafora digunakan sebagai strategi komunikasi ekonomi publik.
Makna Simbolik Dalam Antologi Puisi Bawalah Mayatku Pada Kekasihku Karya Jalaluddin Rumi: Kajian Semiologi Roland Barthes Ahmad Taufik Muarif; Ahmad Ripai; Zainal Arifin
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1279

Abstract

This study aims to describe the symbolic meaning of animal elements in the poetry anthology “Bawalah Mayatku pada Kekasihku” by Jalaluddin Rumi, utilizing Roland Barthes' semiotics. A descriptive qualitative method was employed, incorporating "read-and-note" techniques and a literature review. The data consisted of ten poetic stanzas containing animal elements, analyzed according to Barthes' three levels of signification: denotation, connotation, and myth. The findings reveal that the animal elements in Rumi's poetry possess not only literal meanings but also symbolic significance related to human life and spirituality. At the level of connotation, these animal elements symbolize transience, inner experience, freedom, human limitations, the soul's longing, and Divine power. At the level of myth, the symbols reflect a Sufi perspective on human powerlessness, the greatness of God, Divine love, and the human journey toward closeness with God. Thus, the use of animal elements in Rumi's poetry serves as a vehicle for conveying spiritual and Sufi messages.