Diego Arya Jayawardhana
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effectiveness of the Backhand Netting Technique in Badminton: A Performance Analysis Diego Arya Jayawardhana; Fajar Awang Irawan
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.57566

Abstract

Backhand netting is an essential skill in badminton, helping players control the pace of play while creating scoring opportunities. Its effectiveness depends on shuttlecock placement accuracy, trajectory quality over the net, and its ability to land where the opponent struggles to reach it. This study aimed to describe the effectiveness of the backhand netting technique among athletes of the Badminton Student Activity Unit (UKM) at Universitas Negeri Semarang and identify its contributing biomechanical factors. A descriptive-correlational quantitative approach was used, involving ten male athletes selected through purposive sampling. Data were collected through a backhand netting skill test with three assessment indicators and 2D kinematic video analysis using Kinovea software, then analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation. Results showed a mean effectiveness score of 10.10 out of 12, with eight athletes (80%) classified as very effective and two (20%) as effective. Kinematic analysis further revealed a significant, strong positive correlation between the final elbow angle during follow-through and effectiveness score (r = 0.692, p = 0.027). Overall, the athletes' backhand netting technique was highly effective, driven mainly by optimal elbow extension during follow-through, offering coaches valuable insight for evaluating technical performance through biomechanical technology.
Pelestarian Budaya Lokal Melalui Implementasi Permainan Tradisional Pada Anak Era Digital di Desa Boja Diego Arya Jayawardhana; Vanesa Shindy Hanuraningtyas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62004

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola aktivitas bermain anak, sehingga permainan tradisional mulai tergeser oleh permainan berbasis gawai. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, serta pemahaman anak terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal pada anak-anak di era digital. Kegiatan dilaksanakan melalui Program UNNES GIAT 16 di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dengan melibatkan 16 anak sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik bermain, dan evaluasi. Permainan tradisional yang diperkenalkan meliputi lompat tali, engklek, dan abc lima dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap permainan. Selain meningkatkan aktivitas fisik, permainan tradisional juga mampu melatih koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, serta sportivitas antarpeserta. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan demikian, pengenalan permainan tradisional melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam menumbuhkan kembali minat anak terhadap permainan tradisional serta mendukung pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan era digital.