ADHILIYAH ZAHRO KHOIRIYAH
Universitas PGRI Argopuro Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PONDOK PESANTREN MELALUI PENDAMPINGAN KONSELOR SEBAYA DALAM MENDUKUNG LAYANAN PSIKOSOSIAL DAN PENDAMPINGAN AKADEMIK INKLUSIF BAGI SANTRI MAHASISWA BASUKI BASUKI HADI PRAYOGO; AKHMAD RIFQI AZIS; YOHANA MARIANI TAWA BUSA; ADHILIYAH ZAHRO KHOIRIYAH
Majalah Ilmiah "PELITA ILMU" Vol 9 No 1 (2026): PELITA ILMU (JUNI 2026)
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mipi.v9i1.536

Abstract

Pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan layanan psikososial dan pendampingan akademik melalui budaya kebersamaan antar-santri. Namun, layanan tersebut masih berlangsung secara informal dan belum didukung oleh kompetensi konselor sebaya, strategi pendampingan akademik inklusif, maupun tata kelola layanan yang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Pondok Pesantren Rodlotul Jannah, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember melalui pendampingan konselor sebaya dalam mendukung layanan psikososial dan pendampingan akademik inklusif bagi santri mahasiswa. Sasaran kegiatan adalah 34 santri yang berstatus sebagai mahasiswa. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan community empowerment melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, penguatan kapasitas melalui workshop dan pelatihan, pendampingan implementasi layanan, penguatan tata kelola melalui penyusunan pedoman dan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta monitoring dan evaluasi. Program ini mengintegrasikan kepakaran Bimbingan dan Konseling Inklusi, Pendidikan Matematika Inklusif, dan Kebijakan Publik Inklusi. Luaran yang diharapkan meliputi meningkatnya kompetensi santri mahasiswa sebagai konselor sebaya, meningkatnya kemampuan memberikan pendampingan akademik inklusif berbasis Universal Design for Learning (UDL), tersusunnya SOP dan pedoman layanan, serta terbentuknya tata kelola layanan psikososial dan pendampingan akademik yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren. Program ini diharapkan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi pada pondok pesantren lainnya