Masalah gizi kurang dan stunting masih menjadi isu utama di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ria, Kota Jayapura. Upaya penanggulangan melalui kelas ibu balita telah dilaksanakan, namun belum mampu menjangkau seluruh sasaran balita dengan masalah gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu menurunkan angka gizi kurang dan stunting melalui peningkatan pengetahuan ibu, praktik pemberian makan balita, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan kepada kader dalam pelaksanaan kelas ibu balita. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei hingga November 2024 di Kelurahan Tanjung Ria. Peserta terdiri dari 10 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan dengan masalah gizi tanpa penyakit penyerta berat. Intervensi dilakukan melalui tiga kali pertemuan tatap muka dengan metode ceramah dan praktik. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu meningkat dari 4±1,95 menjadi 5,7±1,55, dengan peningkatan sebesar 1,7 poin. Selain itu, seluruh balita mengalami peningkatan berat badan, dan satu balita mengalami perbaikan status gizi. Asupan dan pola makan anak juga mengalami peningkatan, serta seluruh balita menunjukkan status pertumbuhan yang baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kelas ibu balita efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu, praktik pemberian makan, dan berat badan anak. Disarankan agar ibu balita tetap termotivasi untuk rutin mengunjungi posyandu guna memantau pertumbuhan anak, serta terus melakukan stimulasi perkembangan untuk mendukung kemampuan motorik anak sesuai dengan usia.