Linda Suwarni
Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Sosial untuk Ketahanan Komunitas Pesisir Rawan Bencana: Penguatan Usaha Olahan Perkebunan dan KIE Kesehatan Selviana Selviana; Linda Suwarni; Eko Sarwono; Ferry Hadary; Yopa Eka Prawatya; Ivan Sujana
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.664

Abstract

Desa Sengkubang, Kabupaten Mempawah, merupakan wilayah pesisir rawan kebakaran hutan dan banjir yang berdampak pada kestabilan ekonomi rumah tangga dan kerentanan terhadap masalah kesehatan. Program pengabdian ini memiliki pembeda dari PkM sejenis karena mengintegrasikan penguatan rantai nilai produk olahan berbasis komoditas lokal dengan penguatan kapasitas Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan dalam satu desain intervensi terpadu, melibatkan dua mitra dengan peran berbeda: kelompok PEKKA dan PKK. Mitra PEKKA menghadapi kendala pada konsistensi produksi, mutu, dan pemasaran, sedangkan mitra PKK mengalami keterbatasan manajemen kegiatan serta kemampuan menyusun dan menyampaikan KIE kesehatan yang terstruktur.Kegiatan bertujuan meningkatkan (1) kapasitas manajemen produksi, standardisasi mutu, dan pemasaran produk olahan komoditas perkebunan pada PEKKA serta (2) kapasitas manajemen program dan keterampilan penyusunan–penyampaian KIE kesehatan pada PKK, sebagai fondasi transformasi ekonomi dan penguatan promosi kesehatan di wilayah rawan bencana. Metode dilaksanakan Agustus–Oktober 2025 melalui pendekatan pelatihan-partisipatif dan pendampingan: pemetaan kebutuhan, pelatihan manajemen produksi–pemasaran, penerapan teknologi tepat guna untuk memperbaiki efisiensi proses dan mutu, serta penguatan perencanaan KIE (pesan, media, dan simulasi penyampaian) yang diintegrasikan dengan agenda desa. Evaluasi menggunakan pretest–posttest pengetahuan, penilaian keterampilan berbasis observasi (checklist proses produksi dan praktik KIE), serta pemantauan luaran produksi dan implementasi kegiatan. Sebanyak 20 peserta aktif mengikuti program. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar  71,4% berdasarkan perbandingan nilai pretest–posttest pada materi produksi–pemasaran dan KIE kesehatan, disertai peningkatan keterampilan pengolahan (termasuk minyak kelapa dan VCO), perbaikan mutu proses (kebersihan dan pengemasan), peningkatan kapasitas produksi, serta tersusunnya perangkat KIE dan pelaksanaan simulasi/penyuluhan oleh PKK. Keberlanjutan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa untuk integrasi agenda dan dukungan jejaring.