E. Kosmajadi
Magister Ilmu Administrasi, Program Pascasarjana, Universitas Majalengka, Majalengka, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengukuran Indeks Keterbukaan Informasi Publik Melalui Instrumen Pelayanan Informasi, Media Baru, dan Partisipasi Publik Nurul Jannah Lailatul Fitria; E. Kosmajadi; Anye Widuri
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.834

Abstract

Keterbatasan pemahaman dan keterampilan akademisi dalam mengimplementasikan pengukuran Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP), khususnya pada aspek pelayanan informasi, pemanfaatan media baru, dan partisipasi publik, menjadi dasar perlunya kegiatan edukasi partisipatif guna memperkuat kapasitas dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas informasi publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas mitra akademisi dalam memahami dan mengimplementasikan pengukuran IKIP melalui instrumen pelayanan informasi, pemanfaatan media baru, dan partisipasi publik. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Universitas Majalengka dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari mahasiswa strata satu dan magister pada bidang ilmu sosial dan politik serta administrasi publik. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan proses pembelajaran partisipatif dan berbasis pengalaman melalui tahapan observasi, analisis kebutuhan, seminar edukasi, pelatihan metodologis, serta simulasi praktik pengukuran indeks. Data dikumpulkan melalui instrumen pre-test dan post-test, kuesioner, serta wawancara untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta yang signifikan setelah pelaksanaan program, di mana pengetahuan tentang keterbukaan informasi publik meningkat dari 30% menjadi 100%, pemahaman IKIP meningkat dari 10% menjadi 100%, pemahaman terhadap instrumen pengukuran meningkat dari 10% menjadi 90%, serta keterampilan praktik pengukuran indeks meningkat dari 5% menjadi 90%. Peningkatan juga terlihat pada dimensi pelayanan informasi, media baru, dan partisipasi publik yang menunjukkan penguatan kemampuan analitis dan keterampilan praktis peserta. Pendekatan partisipatif mendorong keterlibatan aktif peserta sehingga mereka mampu menerapkan kerangka pengukuran secara langsung melalui simulasi penilaian. Luaran kegiatan ini didiseminasikan melalui penyusunan manuskrip artikel ilmiah serta artikel yang memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sehingga berkontribusi dalam memperkuat literasi keterbukaan informasi dan mendukung implementasi IKIP secara lebih luas di lingkungan akademik dan masyarakat.