Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Text to Image: A Visual Interpretation of Nakirah-Ma’rifah Repetition in QS. Inshirah by @_zukkk Abd. Basid; Mohammad Fikri Romadhoni; A Rafiq Zainul Mun’im
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v9i3.14887

Abstract

QS. Al-Inshirah (94): 5-6 employs a distinctive rhetorical pattern through the repetition of nakirah and ma’rifah, conveying a layered theological message about hardship and relief. This study demonstrates that the shift from al-‘usr in ma’rifah to yusr in nakirah rhetorically affirms the singularity of hardship and the multiplicity of ease, reinforcing a Qur’anic discourse of hope and resilience. Through a semiotic analysis of Zuk’s Qur’an-inspired painting circulated on Instagram, the research further reveals how visual elements—such as light, spatial openness, and symbolic contrast—translate this linguistic meaning into a contemporary visual exegesis. Using a qualitative-descriptive approach that integrates Qur’anic balāghah analysis with Peircean semiotics, the study finds that digital visual interpretations function not merely as aesthetic expressions but as interpretive extensions that recontextualize Qur’anic messages for modern psychological and spiritual concerns. The findings highlight the emergence of visual tafsīr in digital spaces as a significant development in contemporary Qur’anic studies and da’wah, expanding interpretive modalities beyond textual commentary into multimodal meaning-making.
PANDANGAN DUNIA AL-QUR’AN TENTANG KEKERASAN VERBAL: ANALISIS SEMANTIK AL-LAMZ DAN AL-HAMZ Mohammad Fikri Romadhoni
MUSHAF: Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan Vol 6, No 1 (2025): Contemporary Issues in Qur'anic Interpretation: Bridging Tradition and Modernity
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/mushaf.v6i1.12968

Abstract

Kekerasan verbal merupakan problem etika komunikasi yang semakin menonjol dalam kehidupan sosial kontemporer, namun kerap dipahami secara reduktif sebagai penyimpangan linguistik semata. Dalam konteks pemikiran Islam, persoalan ini menuntut pembacaan yang lebih mendalam terhadap pandangan dunia Al-Qur’an tentang bahasa sebagai tindakan moral, khususnya melalui istilah-istilah kunci yang digunakan untuk menggambarkan praktik perendahan martabat manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kekerasan verbal dalam Al-Qur’an melalui kajian semantik terhadap istilah al-lamz dan al-hamz, serta menyingkap perbedaan konseptual dan implikasi etis keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengintegrasikan tafsir tematik dan semantik Qur’ani Toshihiko Izutsu, yang mencakup analisis makna dasar, relasi konseptual, medan makna, dan pandangan dunia etika Qur’ani. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-lamz dan al-hamz tidak bersifat sinonim, melainkan merepresentasikan dua modus kekerasan verbal yang berbeda, yakni kekerasan verbal langsung dan terbuka serta kekerasan verbal terselubung dan simbolik. Temuan ini menegaskan bahwa Al-Qur’an membangun pandangan dunia etika komunikasi yang menempatkan penjagaan karamah insaniyyah sebagai poros utama relasi bahasa dan moralitas. Artikel ini menyimpulkan bahwa etika komunikasi Qur’ani tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menawarkan kerangka pemikiran etis yang relevan bagi pengembangan wacana pemikiran Islam lintas konteks zaman.