Program kewirausahaan berbasis sekolah semakin diharapkan dapat mengembangkan kompetensi kewirausahaan siswa sekaligus menanggapi tantangan sosial kontemporer, termasuk perilaku gizi remaja. Namun, banyak inisiatif keterlibatan masyarakat masih terbatas pada pelatihan keterampilan tanpa mengintegrasikan pembelajaran reflektif, keberlanjutan, dan transformasi perilaku. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menganalisis program kewirausahaan smoothie buah dan sayur di SMAN 6 Jakarta sebagai model integratif yang menghubungkan pendidikan kewirausahaan dan kesadaran kesehatan. Dengan menggunakan pendekatan Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), program ini melibatkan siswa, guru, dan administrator sekolah melalui siklus iteratif perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, jurnal reflektif, diskusi kelompok fokus, dan observasi, dan dianalisis melalui statistik deskriptif, analisis korelasi, dan interpretasi tematik. Hasil pengabdian menunjukkan adanya hubungan positif antara tingkat partisipasi siswa dan peningkatan kompetensi kewirausahaan, efikasi diri, dan kesadaran konsumsi sehat. Sifat partisipatif dan pengalaman dari program ini memungkinkan siswa untuk memandang makanan sehat tidak hanya sebagai kebutuhan gizi tetapi juga sebagai produk yang layak secara ekonomi. Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif kewirausahaan sekolah yang berorientasi kesehatan paling efektif bila dirancang secara partisipatif dan tertanam dalam praktik ekonomi nyata. Secara ilmiah, keterlibatan masyarakat ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan kewirausahaan.