Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINANTS OF EFFECTIVE BALANCED SCORECARD IMPLEMENTATION IN THE INDONESIAN FMCG INDUSTRY: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

The increasing complexity of today's business environment requires organizations to adopt comprehensive performance measurement systems that integrate both financial and non-financial dimensions. Although the Balanced Scorecard (BSC) has been widely implemented as a strategic performance management framework, previous studies have reported inconsistent implementation outcomes across organizations, particularly within Indonesia's Fast Moving Consumer Goods (FMCG) industry. This inconsistency indicates a limited understanding of the determinants influencing the effectiveness of Balanced Scorecard implementation. Therefore, this study aims to identify the determinants of effective Balanced Scorecard implementation in the Indonesian FMCG industry through a Systematic Literature Review (SLR). The study synthesized empirical evidence from previous research published between 2021 and 2025, focusing on two leading Indonesian FMCG companies, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk and PT. Unilever Indonesia Tbk. Relevant studies were collected from Google Scholar and ResearchGate and analyzed using a comparative qualitative synthesis based on the four Balanced Scorecard perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The findings reveal that the effectiveness of Balanced Scorecard implementation is primarily influenced by four determinants: the comprehensiveness of performance measurement indicators, operational efficiency and internal resource management, customer value creation and market responsiveness, and employee productivity and organizational learning capability. Overall, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk demonstrated more consistent performance across all Balanced Scorecard perspectives than PT. Unilever Indonesia Tbk. This study contributes to the strategic performance management literature by synthesizing empirical evidence on the determinants of effective Balanced Scorecard implementation and provides practical guidance for organizations seeking to strengthen integrated performance measurement systems.
KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

Dinamika lingkungan bisnis menuntut organisasi untuk memiliki sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan seimbang, yang tidak hanya berorientasi pada aspek keuangan. Oleh karena itu, Balanced Scorecard hadir sebagai pendekatan strategis yang mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini membandingkan hasil studi terdahulu yang membahas penerapan Balanced Scorecard pada industri manufaktur, khususnya pada dua perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang bertujuan menganalisis berbagai studi terdahulu secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari sejumlah sumber akademik bereputasi seperti Google Scholar dan ResearchGate. Kajian difokuskan pada publikasi tahun 2021-2025 untuk memastikan relevansi terhadap tren penelitian terbaru. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan strategi pengukuran seperti indikator yang digunakan, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menerapkan indikator pengukuran yang lebih komprehensif dengan menggunakan ROA, ROE serta menambahkan rasio NPM, sedangkan pada PT. Unilever Indonesia Tbk hanya menggunakan ROA dan ROE. Selain itu, terdapat perbedaan pengelolaan sumber daya internalnya, PT. Indofood lebih fokus pada efisiensi operasional dan berhasil menjaga tingkat produktivitas karyawan yang relatif stabil, sehingga kontribusi karyawan terhadap peningkatan pendapatan dapat dikatakan cukup efektif. Sedangkan PT. Unilever menghadapi kendala dalam pengendalian biaya operasional dan mengalami penurunan produktivitas tenaga kerja akibat pengurangan karyawan setiap tahunnya. Dengan demikian, PT. Indofood menunjukkan kinerja yang lebih unggul dan konsisten diseluruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sehingga efektivitas penerapan Balanced Scorecard bergantung pada konsistensi strategi pengukuran dan optimalisasi sumber daya internal.