Achmad Dafir Firdaus
STKIS Maharani Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSU Brimedika Febri Kiranang Raraswati; Andi Surya Kurniawan; Achmad Dafir Firdaus
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi kunci utama dalam sektor pelayanan kesehatan, yang dapat dicapai melalui inovasi dan kualitas layanan yang optimal dari Rumah Sakit. Kepuasan pasien merupakan suatu tingkat perasaan yang timbul, yang disebabkan oleh pelayanan kesehatan yang didapat seorang pasien setelah membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah komunikasi terapeutik yang merupakan interaksi antara pengirim dan penerima pesan berfokus pada pemulihan kesehatan pasien. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sejumlah 56 responden perawat IGD.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU BRIMEDIKA. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden (60.7%), sebagian besar responden berusia ≥ 30 Tahun sebanyak 35 responden (62.5%), sebagian besar responden berpendidikan DIII sebanyak 24 responden (25%). Dari hasil uji statistik bivariat Spearman sebesar 0.001 < 0,005 maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di IGD RSU Brimedika Malang. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,312 yang berarti bahwa hubungan antar variable berada pada kategori hubungan cukup Pasien yang merasa terlayani dengan baik salah satunya dengan komunikasi terapeutik dan menjadi hal yang penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan oleh karena itu RS perlu meningkatkan perhatian akan kebutuhan pasien dengan cara membangun komunikasi terapeutik yang baik antara perawat dan pasien.