Kasus Covid 19 (Corona virus diseases) telah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Pada tahun 2019- 2021, Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi Covid 19 yang tinggi di dunia. Data positif Covid 19 pada bulan Juni tahun 2020 di Propinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 108 orang, meninggal 1 orang. Data di Kota Kupang pada tanggal 28 Juli 2021 jumlah positif Covid 19 sebanyak 10.591 orang, meninggal 247 orang (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, 2020). Analisis tingkat penularan penyakit Covid19 berbasis metode Effective Reproduction (Re/Rt) sangat perlu dilakukan suatu negara untuk menentukan pola penyebaran kasus dari satu orang ke orang lain serta untuk pengambilan kebijakan. Penelitian ini juga menghitung Serial Interval kasus covid untuk mengetahui periode waktu antara pasien kasus primer (penular) dengan Onset gejala dan tanda pada pasien kasus sekunder (terinfeksi), berapa hari rata-rata masa onset penularan kasus dari sumber pertama kepada orang kedua (terpapar). Jenis penelitian ini adalah survey analitik deskriptif, rancangan penelitian cross sectional study metode retrospektif study pendekatan distribusi probabilistik (stokastik). Metode ini untuk mengetahui seberapa besar angka penularan penyakit dan dampaknya pada masyarakat dengan menghitung Re/Rt (Effective Reproduction number ). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah angka kumulatif kasus yang terkonfirmasi positif Covid 19. Analisis data epidemiologi dilakukan menggunakan Aplikasi EpiEstim dengan program Ms Excel. Hasil analisis menunjukan bahwa angka Reproduksi Effective (Re/Rt)=1,10 dengan (CI95%=1,05-1,16). Angka Re/Rt = 1,10 dikatakan cukup tinggi karena lebih dari angka 1. Menurut WHO (2020), Apabia Re/Rt > angka 1, menunjukan perkembangan yang serius dari Covid 19, masih terus akan berlanjut, dan akan meningkat terus apabila kasus tidak dikendalikan penularannya. Penanganan penularan Covid telah dilakukan, namun masih terdapat peningkatan trend penularan dari waktu ke waktu secara eksponensial. Saran Implikasi: a) keputusan penanganan Covid 19 harus secara komprehensif dan masif dengan cara b) meningkatkan cakupan vaksinasi melalui upaya active case finding, c). tingkatkan upaya 3T (testing, tracing, treatment) d) peningkatan kuantitas dan kualitas screening test dengan peralatan PCR, e) optimalisasi protokol kesehatan (penggunaan masker yang ketat, cuci tangan, hindari keramaian/pesta, menjaga jarak, meningkatkan daya tahan tubuh). Upaya ini dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk pencegahan dan penanganan penularan COVID-19.