Faradiva Husna Azizah
Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader dalam Skrining dan Edukasi Risiko Rematik melalui Program KADER AKSI SENDI di Bulusari Banyuwangi Faradiva Husna Azizah; Jhonathan Rameldo Hutasoit; Diansanto Prayoga
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/bpx04465

Abstract

Gangguan sendi dan rematik merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup, sedangkan deteksi dini dan edukasi kesehatan di tingkat masyarakat masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dalam melakukan skrining risiko gangguan sendi dan memberikan edukasi kesehatan melalui Program KADER AKSI SENDI di Desa Bulusari, Kabupaten Banyuwangi. Program melibatkan 16 kader dari delapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Metode yang digunakan adalah community based empowerment melalui koordinasi, pelatihan partisipatif, simulasi skrining, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Pengetahuan kader dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 12 butir yang telah dikaji dan disetujui oleh bidan desa, pemegang program Prolanis Puskesmas Kelir, dan dosen pembimbing lapangan. Nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 84,4 pada pre-test menjadi 98,1 pada post-test. Kader juga mulai menerapkan skrining risiko rematik dan edukasi kesehatan sendi dalam kegiatan Posyandu ILP dengan menggunakan buku saku, leaflet, dan poster. Program KADER AKSI SENDI menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan mendukung pelaksanaan skrining risiko rematik di Posyandu ILP Desa Bulusari.
Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SAHABAT GEMA TB pada Pelajar di Desa Bulusari Banyuwangi Alifia Syahrina Ramadhani; Faradiva Husna Azizah; Diansanto Prayoga; Tito Yustiawan
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/vyxgtg30

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di kalangan remaja usia sekolah yang berisiko tinggi penularan karena interaksi yang intensif dan rendahnya pengetahuan tentang gejala TB, pencegahan, dan pentingnya pengobatan. Program SAHABAT GEMA TB dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung deteksi dini kasus TB melalui pendekatan berbasis sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan community-based approach yang menekankan keterlibatan aktif peserta melalui edukasi kesehatan, permainan edukatif, diskusi interaktif, dan skrining dini tuberkulosis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini diikuti oleh 69 siswa dari MA Nurus Sa'adah dan MA Darul Falah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan peningkatan skor post-test sebesar 37,63% di MA Nurus Sa'adah dan 12,5% di MA Darul Falah. Semua peserta menjalani skrining TB, sementara mereka yang memiliki gejala atau faktor risiko ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kader TB dan Puskesmas Kelir. Program ini secara efektif meningkatkan literasi kesehatan, mendukung deteksi dini TB, dan memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan fasilitas kesehatan dalam upaya pengendalian tuberkulosis di masyarakat