Timotius Kinsale
Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi SDG’s: Mendorong Peran Aktif Siswa/I SMAS YPK I BIAK Dalam Pembangunan Berkelanjutan Melyana Ratana Pugu; Timotius Kinsale
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qmcgg373

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa/i SMAS YPK I Biak mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat. SDGs merupakan agenda global yang mencakup berbagai isu penting, seperti pendidikan berkualitas, kesehatan, kesetaraan, lingkungan, pengurangan kemiskinan, konsumsi bertanggung jawab, dan kemitraan. Namun, pemahaman siswa terhadap SDGs umumnya masih terbatas pada pengetahuan umum dan belum sepenuhnya dikaitkan dengan tindakan nyata sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif untuk memperkenalkan nilai, tujuan, dan relevansi SDGs secara sederhana, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan siswa di Biak. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan refleksi kelompok. Materi sosialisasi menekankan hubungan antara peran siswa dan isu pembangunan berkelanjutan, seperti menjaga kebersihan sekolah, mengurangi penggunaan plastik, membangun toleransi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung budaya belajar inklusif. Siswa juga diberi kesempatan mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar dan merumuskan kontribusi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama komunitas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi SDGs mampu membangun pemahaman awal siswa tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan serta menumbuhkan kesadaran bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga subjek yang dapat berpartisipasi melalui tindakan kecil yang berdampak positif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan literasi SDGs dan pembentukan budaya sekolah yang peduli, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan