Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Ketahanan Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri Terhadap Ancaman Hidrometeorologi Melalui Rencana Pengelolaan Drainase Muchamad Arif Budiyanto; Ratih Nurmala Saridewi; Hendra Sufarjo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/k17r8863

Abstract

Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, merupakan situs bersejarah dan budaya yang sangat penting, menarik ribuan peziarah dan wisatawan setiap tahunnya. Keberadaan kompleks makam ini, yang terletak di lereng bukit dengan topografi berundak, menjadikannya rentan terhadap dampak peristiwa hidrometeorologi, khususnya curah hujan ekstrem. Kondisi lerengnya yang labil akibat infiltrasi air permukaan dan air tanah, ditambah dengan kemungkinan sistem drainase eksisting yang belum optimal atau kurang terpelihara, meningkatkan risiko destabilisasi. Pengabdian kepada Masyarakat ini secara spesifik bertujuan untuk membantu mitra, yaitu pengelola Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri dan masyarakat sekitar, dalam merencanakan serta merumuskan desain pembuatan sistem drainase yang efektif. Dalam rangka penanganan potensi longsor akibat intensitas hujan yang lebat, maka perlu dibangun saluran drainase lereng untuk mengurangi dampak yang tidak diharapkan. Pertama, Tahap Survei dan Identifikasi Masalah, serta menginventarisasi infrastruktur drainase yang sudah ada. Tahap selanjutnya, Perencanaan Desain Drainase Penangkapan Air Hujan, di mana tim bersama mitra akan merumuskan konsep dan desain rinci sistem drainase penangkap air hujan yang efektif untuk lereng curam. Berdasarkan hasil kajian dan diskusi, saluran drainase direncanakan dengan Kala Ulang Hujan 10 Tahunan dan menggunakan material U-ditch dengan dimensi saluran untuk Saluran 1 dengan dimensi 60 x 70 cm, Saluran Rencana A dengan dimensi 40 cm x 40 cm, Saluran Rencana B dengan dimensi 40 cm x 40 cm dan peningkatan kapasitas Saluran Eksisting 3 (Sal C) dengan dimensi 40 cm x 60 cm
Analisis Hidrograf Banjir Akibat Pemindahan Alur Sungai pada Sungai Kaliyasa Baru Menggunakan Model Hec-HMS Ratih Nurmala Saridewi; Muchamad Arif Budiyanto; Jesinta Kotilda Dinda
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1255

Abstract

River channel realignment is a common river engineering measure to support regional development and flood mitigation; however, it may significantly alter river hydrological characteristics. This study aims to analyze changes in flood hydrographs resulting from the realignment of the New Kaliyasa River in the PLTU Cilacap area using the HEC-HMS hydrological model. Areal rainfall was determined using the Thiessen polygon method based on annual maximum daily rainfall data from nearby rainfall stations. Design rainfall was estimated through frequency analysis using several probability distributions, namely Normal, Log-Normal, Gumbel, and Log Pearson Type III, which were evaluated using the Chi-square and Smirnov–Kolmogorov goodness-of-fit tests. The results indicate that all tested distributions are acceptable; however, the Gumbel distribution was selected as the best-fit distribution due to its smallest maximum deviation value. The selected design rainfall was then transformed into hourly rainfall using the Alternating Block Method (ABM). Hydrological modeling with HEC-HMS was conducted to generate design flood hydrographs for various return periods. The simulation results show variations in peak discharge, time to peak, and runoff volume, reflecting the hydrological response of the Kaliyasa watershed after river channel realignment. This study demonstrates that HEC-HMS is effective in representing flood characteristics and can serve as a technical basis for evaluating river capacity and planning flood control measures in the PLTU Cilacap area.