Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, merupakan situs bersejarah dan budaya yang sangat penting, menarik ribuan peziarah dan wisatawan setiap tahunnya. Keberadaan kompleks makam ini, yang terletak di lereng bukit dengan topografi berundak, menjadikannya rentan terhadap dampak peristiwa hidrometeorologi, khususnya curah hujan ekstrem. Kondisi lerengnya yang labil akibat infiltrasi air permukaan dan air tanah, ditambah dengan kemungkinan sistem drainase eksisting yang belum optimal atau kurang terpelihara, meningkatkan risiko destabilisasi. Pengabdian kepada Masyarakat ini secara spesifik bertujuan untuk membantu mitra, yaitu pengelola Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri dan masyarakat sekitar, dalam merencanakan serta merumuskan desain pembuatan sistem drainase yang efektif. Dalam rangka penanganan potensi longsor akibat intensitas hujan yang lebat, maka perlu dibangun saluran drainase lereng untuk mengurangi dampak yang tidak diharapkan. Pertama, Tahap Survei dan Identifikasi Masalah, serta menginventarisasi infrastruktur drainase yang sudah ada. Tahap selanjutnya, Perencanaan Desain Drainase Penangkapan Air Hujan, di mana tim bersama mitra akan merumuskan konsep dan desain rinci sistem drainase penangkap air hujan yang efektif untuk lereng curam. Berdasarkan hasil kajian dan diskusi, saluran drainase direncanakan dengan Kala Ulang Hujan 10 Tahunan dan menggunakan material U-ditch dengan dimensi saluran untuk Saluran 1 dengan dimensi 60 x 70 cm, Saluran Rencana A dengan dimensi 40 cm x 40 cm, Saluran Rencana B dengan dimensi 40 cm x 40 cm dan peningkatan kapasitas Saluran Eksisting 3 (Sal C) dengan dimensi 40 cm x 60 cm