Perkembangan teknologi digital, kemudahan akses layanan keuangan, serta meningkatnya tren belanja daring telah mendorong perubahan pola konsumsi di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi secara bijaksana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi pemuda mengenai pengelolaan keuangan pribadi sebagai upaya mencegah perilaku konsumtif di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta pendampingan sederhana mengenai penyusunan anggaran, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penentuan skala prioritas kebutuhan, serta pentingnya menabung dan berinvestasi sejak dini. Evaluasi dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. (sekitar 36,9%) Jumlah peserta yang memperoleh nilai minimal 75 meningkat dari 9 orang (30%) menjadi 27 orang (90%), sehingga tingkat keberhasilan program mencapai 90%. Selain itu, 28 peserta (93,3%) mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan keuangan pribadi efektif dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda serta berpotensi mengurangi perilaku konsumtif. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan untuk memperluas dampak peningkatan literasi keuangan di masyarakat Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap kebiasaan menabung dan pengendalian pengeluaran. Dengan demikian, edukasi pengelolaan keuangan pribadi dapat menjadi strategi yang relevan dalam membentuk perilaku finansial yang bertanggung jawab, meningkatkan literasi keuangan, serta mendukung terciptanya generasi muda yang lebih mandiri dan mampu mengambil keputusan keuangan secara rasional dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan