Jul Hendri
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRIBUSI REMAJA MASJID TERHADAP PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS REMAJA DI ERA SOCIETY 5.0 Syukraini Ahmad; Jul Hendri
Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 membawa perubahan fundamental dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi dan lingkungan sosialnya, termasuk bagi kalangan remaja yang berada dalam fase kritis pembentukan identitas dan karakter. Fenomena degradasi moral, melemahnya komitmen ibadah, dan pengaruh budaya asing yang masif melalui platform digital menjadi tantangan serius bagi pengembangan karakter religius generasi muda Muslim Indonesia. Dalam konteks ini, remaja masjid hadir sebagai institusi pembinaan berbasis komunitas yang memiliki potensi strategis dalam membentuk dan memperkuat karakter religius remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif kontribusi remaja masjid terhadap penguatan karakter religius remaja di era Society 5.0, meliputi: (1) program-program pembinaan yang dijalankan; (2) strategi adaptasi di tengah tantangan digital; (3) dampak terhadap dimensi karakter religius; dan (4) tantangan serta optimalisasi peran remaja masjid. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus multipel dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di tiga organisasi remaja masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta, penelitian ini menemukan bahwa remaja masjid berkontribusi signifikan melalui kajian keislaman, tahsin dan tahfiz Al-Qur'an, mentoring sebaya, bakti sosial, serta pemanfaatan media digital. Kontribusi ini berdampak positif pada peningkatan keimanan, kedisiplinan ibadah, akhlak mulia, dan kepedulian sosial remaja. Tantangan utama mencakup rendahnya partisipasi dan persaingan dengan konten digital, yang dapat diatasi melalui inovasi program berbasis teknologi dan kolaborasi lintas institusi.