Suhartono Suhartono
STMA TRISAKTI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS DALAM MITIGASI RISIKO OPERASIONAL PADA PROSES VALUASI NILAI AKTIVA BERSIH REKSA DANA DI BNI KUSTODIAN SERVICES Victor Julioneta; Suhartono Suhartono; Antonius Anton Lie
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gqnk6849

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) sebagai pendekatan mitigasi risiko operasional pada proses valuasi harian Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana di BNI Kustodian Services. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, triangulasi, dan expert judgment dari lima informan yang berasal dari fungsi Transfer Agent, Fund Accounting, dan Compliance. Temuan kualitatif diterjemahkan ke dalam elemen FMEA berupa failure mode, potential cause, potential effect, dan existing control. Severity, Occurrence, dan Detection dinilai menggunakan skala 1–10, diagregasi dengan median, kemudian digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan potential failure mode pada rangkaian proses NAB secara end-to-end. Prioritas tertinggi adalah FM-02 berupa transaksi atau pembukuan tidak tercatat, terlambat dicatat, atau dicatat tidak sesuai instruksi dengan RPN 160; diikuti FM-09 berupa gangguan atau keterbatasan sistem dengan RPN 140; dan FM-05 berupa perbedaan saldo kas yang belum terselesaikan sebelum valuasi dengan RPN 128. Hasil juga menunjukkan bahwa RPN perlu digunakan secara proporsional dan tidak menjadi satu-satunya dasar perlakuan risiko, karena FM-07 memiliki RPN terendah 54 tetapi Severity tertinggi sebesar 9. Rekomendasi mitigasi diarahkan pada otomatisasi, standardisasi instruksi, penguatan rekonsiliasi, exception monitoring, early warning, system gate, serta pengendalian sebelum valuasi dan finalisasi. Dengan demikian, FMEA dapat menjembatani temuan kualitatif dengan prioritisasi risiko secara terstruktur sekaligus mendorong pergeseran pengendalian dari dominan detektif menuju lebih preventif.