Novi Indah Earlyanti
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

From Criticism to Collaboration: Assessing the Police Reform from the Public’s Perspective and Its Management Implications Vita Mayastinasari; Novi Indah Earlyanti; Rahmadsyah Lubis; Syafruddin
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 1 (2026): JIMKES Edisi January 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i1.4859

Abstract

Reform of the Indonesian National Police since its separation from the Indonesian National Armed Forces in 1999 has become a strategic agenda in the consolidation of democracy. Transformation efforts through various programs, from Bureaucratic Reform to the Precision Police vision, aim to build a professional, transparent, and accountable institution. However, public perception of Polri performance remains fluctuating, evident in the paradox between the public’s need for security and increasing criticism related to corruption, discrimination, and human rights violations. This study aims to analyze Polri reform from the public’s perspective, assess the transition from criticism to collaboration, and identify forms of criticism and patterns of collaboration. The method used is a qualitative constructivist paradigm with a literature study approach and secondary data analysis from CSO reports, public opinion surveys, and the media. The findings indicate that digital service innovation is appreciated by the public, but integrity and accountability remain weaknesses, resulting in criticism continuing to emerge as indicators of legitimacy erosion. In conclusion, internalizing procedural justice, building social legitimacy, and consistent dialogic communication are key to transforming criticism into a strategic partnership between Polri and the public.
Perspektif Masyarakat terhadap Penerapan Restorative justice Dalam Penanganan Pelaku Penyalahgunaan Tindak Pidana Narkotika di Polres Banjarbaru Satrya Andhika Ganda Sila Sejati; Elvianus Laoli; Novi Indah Earlyanti; Oscarius Yudhi Pratama
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 3 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i3.8315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap penerapan RJ dalam penanganan pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Banjarbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerimaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen terhadap 14 informan yang terdiri dari aparat penegak hukum, pelaku, keluarga, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teknik triangulasi untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RJ masih sangat terbatas (1,16% dari total perkara), meskipun telah didukung oleh kerangka regulasi yang memadai. Keterbatasan ini dipengaruhi oleh dominasi paradigma retributif dan kuatnya stigma sosial terhadap pelaku narkotika. Namun demikian, masyarakat tidak menolak RJ secara absolut, melainkan menerima secara bersyarat, terutama bagi penyalahguna yang dipersepsikan sebagai korban dan memiliki potensi untuk berubah. Penerimaan tersebut mensyaratkan adanya klasifikasi pelaku yang jelas, bukti perubahan perilaku, mekanisme pengawasan yang kredibel, transparansi proses hukum, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan RJ tidak hanya ditentukan oleh aspek hukum, tetapi juga oleh legitimasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi publik, transparansi institusional, dan pendekatan berbasis nilai lokal untuk meningkatkan efektivitas implementasi RJ secara berkelanjutan.
Efektivitas Strategi Patroli Satuan Lalu Lintas Dalam Upaya Preventif Terhadap Aksi Balap Liar di Polres Jember Hanif Perdana Putra; Novi Indah Earlyanti; Oscarius Yudhi Ari Wijaya; Elvianus Laoli
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 4 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i4.8317

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas strategi patroli yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jember dalam upaya preventif menanggulangi aksi balap liar. Fenomena balap liar merupakan salah satu bentuk pelanggaran lalu lintas yang tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya serta mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, diperlukan strategi patroli yang efektif sebagai langkah pencegahan oleh aparat kepolisian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas strategi patroli Satlantas Polres Jember dalam mencegah aksi balap liar serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan Teori Penegakan Hukum, Teori Sosiologi Kepolisian, Teori Pencegahan Kriminal, Konsep Partisipasi Masyarakat, dan Konsep Efektivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan yang berkompeten, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi patroli yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jember, seperti patroli rutin, patroli dialogis, patroli pada jam dan lokasi rawan, serta koordinasi dengan fungsi kepolisian lainnya dan masyarakat, cukup efektif dalam menekan angka aksi balap liar. Namun demikian, efektivitas tersebut masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan personel, sarana dan prasarana, serta rendahnya kesadaran hukum sebagian masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kesimpulannya, strategi patroli Satuan Lalu Lintas Polres Jember dalam upaya preventif terhadap aksi balap liar telah berjalan cukup efektif, namun perlu ditingkatkan melalui optimalisasi sumber daya, peningkatan peran serta masyarakat, serta penguatan pendekatan preventif dan edukatif guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan.
Implementation of Educational and Ethical Awareness Programs through Internal Control and Whistleblowing Systems to Prevent Fraud in the Traffic Unit of Bandar Lampung Police Novi Indah Earlyanti; Alfahry Rasman
Journal Emerging Technologies in Education Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jete.v4i3.3901

Abstract

Fraud prevention efforts cannot be separated from the methods that can be done to eliminate the opportunity for fraud, including having a good internal control system and implementing an adequate whistleblowing system. Therefore, this study aims to analyze the effect of the internal control system and whistleblowing system on preventing fraud by members of the Bandar Lampung Police Traffic Unit (Satlantas). This study uses a quantitative approach with a survey method conducted on 78 members of the Bandar Lampung Police Traffic Unit. Data analysis techniques used include instrument testing, classical assumption testing, and multiple linear regression hypothesis testing. The results of this study obtained a regression equation, namely Y ? = 5.902 + 0.036 X1 + 0.859 X2 + e. This study concludes that partially, the internal control system does not have a significant effect on preventing fraud by members of the Bandar Lampung Police Traffic Unit, while the whistleblowing system has a significant effect on preventing fraud by members of the Bandar Lampung Police Traffic Unit. Simultaneously, the internal control system and whistleblowing system have a significant influence on the prevention of fraud by members of the Bandar Lampung Police Traffic Unit with a contribution of 70.7% while the remaining 29.3% is influenced by other variables.